Minggu, 28 Juni 2015

NgabubuRead!

Kalau menghabiskan waktu di bulan Ramadhan hingga menjelang berbuka, katanya disebut: Ngabuburit. Terus kalau ngabubuRead? Itu makanan jenis apa ya?

Jadi, postingan ini terinspirasi dari salah satu Komunitas Baca Masyarakat di Jogjakarta. Selama bulan Ramadhan, komunitas ini membuat event NgabubuRead, yakni membuka lapak di jalan dengan menyediakan buku bacaan dan juga diskusi kepenulisan. Konsepnya seru sih, jadi orang yang (mungkin) jarang membaca, bisa tertarik untuk ikut membaca, duduk bersama, bersilaturahim, berdiskusi, dan diberikan motivasi untuk membaca maupun menulis. Sigana mah rame yeuh? :D

Gue jadi kepikiran bahwa program "Nunduk Baca Buku" yang ada di Al-Qolam, mungkin bisa diganti dengan program ini? Kan rame kayaknya ya, tinggal di jarkom: "Yukk kita ngabubuRead bersama di selasar Al-Furqon. Ditunggu yaa! Jangan lupa bawa buku yang sedang dibaca!" Seru kand? :D

Kita tinggal bawa buku, baca bareng, dan nanti didiskusikan hasil bacaannya kepada peserta lainnya. Jadi disini kita bisa belajar baca "Screening" atau membaca cepat, berdiskusi bersama, dan mendapat rekomendasi buku yang bagus untuk dibaca selanjutnya :)

Nah, kira-kira ada yang mau ikutan program ini gak ya? Ada yang mau ngelaksanain? Atau ada yang mau ikutan? Hehe.. Ditunggu partisipasinya kawan" ;)

@agi_eka

Gen-I (Generasi Iqra!)

Berawal dari sedikit diskusi ringan bersama seorang sahabat, gue terinspirasi untuk membuat tulisan ini. Pada dasarnya hal ini bermula juga dari sebutan kader-kader salah satu UKM di UPI, sebut saja BAQI. UKM ini bertujuan untuk memberantas buta huruf al-quran di bumi siliwangi. Selaras dengan hal tersebut, akhirnya mereka membuat pasukan, prajurit, ataupun punggawa, yang disebut dengan Gen-Q (Generasi Qur'ani).

Gue membayangkan, kalo misalkan BAQI punya Gen-Q, kenapa Al-Qolam, UKM tempat gue berada, gak membuat Gen-I (Generasi Iqra!). Karena BAQI berbasis "Belajar Al-Qur'an Intensif", tentu fokus utamanya ke Qur'an. Maka Al-Qolam yang berbasis "Kepenulisan" hendaknya bisa membuat kader-kader yang giat membaca maupun menulis.

Sesuai ayat pertama dari Al-Quran yakni: "Iqra!" (Bacalah). Kita sebagai manusia diperintahkan Allah untuk membaca, tidak dikhususkan pada sesuatu, tapi bacalah semua yang ada di dunia ini. Bacalah buku, bacalah sikap orang, bacalah keadaan, bacalah situasi dan kondisi, dan bacalah juga hikmah yang ditujukan Allah kepada kita. Iqra! Bacalah!

Pasangan membaca tentulah menulis. Semakin banyak kita membaca, semakin banyak pula ilmu yang kita peroleh, dan semakin "gatal"-lah kita untuk menyebarkannya. Maka dengan banyak membaca, cepat atau lambat kita akan segera menulis. Trust me, it works!

Itulah generasi harapan yang pengen gue bentuk. Generasi yang berbasis dengan membaca dan menulis. Generasi yang besar dengan buku. Generasi yang akrab dengan pena. Dan generasi yang dapat melaksanakan "Dakwah bil Qolam." Mudah-mudahan Allah meridhai dan memudahkan jalan tersebut.. Aamiin.

Tertarik untuk menjadi bagian dari Gen-I? Yuuk daftarkan dirimu dengan menghubungi gue secara personal! (Cek di kolom biodata: My Personal Identitiy). Okeh? Atau kalau ada pertanyaan boleh disematkan di kolom komentar juga. Terima kasih banyak sebelumnya. Semoga bermanfaat~ ;)

@agi_eka

Ngabuburit ke Pesantren bersama Opick 'Tombo Ati'

Hari ini adalah hari yang cukup mengagetkan. Pasalnya, siang bolong dari kosan gue terdengar lantunan lagu-lagu religi dari kejauhan dengan suara yang cukup keras. Awalnya gue kira, "Ini siapa ya yang nyetel lagu keras2?" Namun setelah gue perhatikan lagi, kok kedengerannya kayak live music ya?

Tanpa mau berpikir panjang, gue lanjutkan aktivitas gue untuk berselancar di dunia maya. Dan entah darimana (gue lupa statusnya siapa), kayaknya sih gue ngeliat ada salah seorang temen yang ngomong, "Eh sekarang lagi ada Opick di Daarut Tauhiid. Yuk datang!" Oya, gue inget. Itu salah satu teteh gue di matematika, namanya teh Evi. Kalo gak salah beliau juga salah satu santri DT. #KaloGakSalahYa XP

Gue langsung berpikir, "Ah, masa iya Opick hari gini ke DT? Kok beritanya gak booming dari kemarin2 ya?" Setengah gak percaya gue pun masih bermalas-malasan. Pun akhirnya gue melanjutkan aktivitas untuk 'menabung' di kamar mandi, bebersih diri, dan bersiap" untuk menyambut Ashar yang tidak lama lagi berkumandang.

Tapi, tapi, entah kenapa gue tetep penasaran nih ceritanya untuk mengetahui, "Bener gak sih berita itu?" Akhirnya setelah berunding dengan mamah, gue putuskan untuk berangkat sendiri. Gue coba cek" di dome 5, daan gue menemukannya! Ya, disana Opick bener" lagi manggung dan disiarkan langsung di MNC TV!! XD

Cuman sebenernya gak seheboh itu sih. Gue dateng ternyata bertepatan dengan bubarnya peserta dari tempat tersebut. #Sedih

Walau begitu, ternyata gue masih menemukan salah satu temen juga disana yang ternyata (baru) datang juga. Hoho sebut saja dia Achmad (memang nama sebenarnya). Setelah berkompromi, ba-bi-bu, kita memutuskan untuk datang ke backstage mencari ustad. Opick "Tombo" Ati, daan disanalah kita berada selanjutnya! Setelah ba-bi-bu kembali dan meminta bantuan orang disana dengan sedikit ba-bi-bu, akhirnya kesampean juga keinginan kami untuk foto bersama mas Opick.

Me and Achmad berfoto bersama Opick "Tombo Ati" (28/6)

Jadi ceritanya Opick memang sedang melaksanakan roadshow gitu ke pesantren" di Indonesia untuk melihat kultur dan aktivitas dari tiap pesantren tersebut. Salah satu pesantren yang kemarin didatangi yakni Pesantren Daarut Tauhiid (DT), tempat Aa Gym berada. Pada rangkaian roadshow di DT, pagi" diisi dengan acara nonton bareng Salahudin Al-Ayyubi, kemudian dilanjut tausyiah dari Aa Gym dan ditutup dengan penampilan dari mas Opick :)

Melihat kesempatan yang jarang-jarang ini, entah kenapa gue merasa sayang sekali jika tidak menyempatkan diri bertanya sesuatu kepada tokoh besar di negeri kita. Maka keluarlah pertanyaan spontan dari mulut gue yakni sebagai berikut.

"Ustad, kenapa sih ustad memilih untuk berdakwah melalui musik? Melalui seni gitu?"

Dan beliau menjawab dengan cukup singkat (dan terpotong).

"Akhi, itu seperti antum nanya. Kenapa antum dilahirkan sebagai seorang laki-laki!"

Karena setelah itu pembicaraan terpotong, adzan ashar berkumandang, dan kamipun tidak enak kepada beliau, jadi kami pun segera undur diri dengan pikiran berkecamuk di benak masing-masing. Diskusi pun dimulai, kami mencoba menafsirkan secara bebas, apakah yang kiranya hendak disampaikan mas Opick tadi?

Dan pada akhirnya kami mengambil kesimpulan sebagai berikut. Pada dasarnya manusia tidak memiliki daya dan upaya ingin dilahirkan seperti apa kita. Mau menjadi apa kita, dan mau kemana kita nanti? Allah menganugerahkan kita suatu bakat yang memang kiranya bisa dimanfaatkan untuk umat, untuk berdakwah.

Ketika kita diberikan tubuh yang kuat, sehat, dan bugar, otot baja tulang besi, mungkin disana Allah ingin kita membantu orang-orang lemah dengan kekuatan fisik kita yang berlebihan. Lalu jika kita diberikan suara yang indah, kemampuan berekspresi, menciptakan lirik lagu maupun musik yang merdu, mungkin disanalah Ia ingin kita memaksimalkan potensi kita yakni di bidang tarik suara.

Jikalau dirimu memiliki bakat untuk menulis, maka cobalah membuat suatu karya yang dapat menginspirasi orang lain. Dan berbagai bakat, kemampuan, dan kesanggupan dirimu, manfaatkanlah potensi tersebut dengan sebaik-baiknya. Itulah hikmah yang bisa gue ambil pada malam hari ini. Hehe

Hal ini juga secara khusus menambah motivasi gue dalam menulis, dan mudah"an sedikit petikan ilmu ini menambah motivasi kalian dalam berkarya yaa (dalam bidang apapun tentunya) ;)

Barakallah :)

agi_eka

Tips Mencari Nama Karakter

Seringkali kita dibuat iri oleh para penulis lain. Kok bisa ya mereka mendapatkan nama" yang pas gitu untuk cerita" yang mereka buat?

Misalnya: Delisanya Tere Liye. Siapa yang tidak tahu anak cantik nan imut yang berusaha menghapal bacaan shalat tersebut? Lalu pasangan Fakhri dan Aisyah dari Kang Abik. Pasti semua sudah mengenal cerita fenomenal dari negeri mesir tersebut.

Lantas bagaimanakah rahasia membuat nama karakter yang pas untuk cerita kita? Berikut ada 2 tips untuk kalian yang kebingungan mencari nama karakter tersebut :)

#1. Buatlah nama karakter sesuai penokohan yang kalian inginkan.
Contoh fakhri dan aisyah. Karena Ayat-Ayat Cinta berkisah tentang romantisme islami dengan latar Mesir, maka nama" tersebut memang cocok untuk ceritanya. Tentu, kang Abik pun sudah mempertimbangkan hal itu juga. Coba bayangkan seandainya nama Fakhri diganti dengan Bambang dan Aisyah ditukar dengan Ita. Kayaknya settingnya pun bakal ganti dengan tanah jawa dan judul bukunya menjadi "Ayat Amat Cinta" 😅

Nama karakter bisa dilihat dari latar tempat, misalkan di jepang maka buatlah nama seperti Shinichi, Ayumi, Takashi, dsb. Ketika pindah ke Korea, bisa jadi Kim Joon Un, Lee Min Hee, dst. Silahkan disesuaikan saja dgn kebutuhan :)

Selain itu, kita juga bisa dengan melihat tipikal tokohnya. Misalkan kita mau memunculkan preman atau tokoh action, pilihlah nama" yang agak sangar dan berkarakter seperti John, Max, dll. Silahkan dicoba :)

#2. Pilihlah nama dengan Acak sesuai keinginan.
Sebenarnya dunia ini adalah wahana yg penuh dengan ide. Dimanapun kita berada, disana ide selalu berseliweran untuk kita ambil :)

Bang Tere pernah bercerita bahwa ia tidak pernah pusing hanya untuk mencari sebuah nama karakternya. Beliau tinggal buka situs jejaring sosial seperti facebook, pilih menu beranda, dan tinggal searching nama yang kira" cocok utk karakter yang mau kita buat.

Psst, dalam salah satu novel bang Tere ada karakter yang bernama Bambang lho. Katanya sih, karakter itu terinspirasi dari bapak presiden kita yang lalu. Mungkin klo sekarang bang Tere mau buat cerita lagi, nama tokoh utamanya bisa jadi Joko atau Yusuf. Hihi ;)

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat~ :)

@agi_eka

Sabtu, 27 Juni 2015

Let It Go

Pernah ngerasain punya adik cowok yang belum bisa ditinggal? Itu yang gue rasain sekitar tiga minggu yang lalu.

Well, ceritanya adik gue keterima di salah satu perguruan tinggi terkemuka di kota Bandung. Dan kalau kalian pengen tahu, adik gue itu termasuk anak yang cukup pendiem. Hobinya maen PS, ngegames, facebookan, dan ngajarin orang matematika. Termasuk temen"nya yang mau berjuang di SBMPTN kemarin.

Gue udah mengenal adek gue semenjak ia lahir (ya iyalah!). Dan  jujur, gue dan Ibu memang ada indikasi khawatir kepadanya. Khawatir dia belum bisa mandiri dan ditinggal sendiri. Maklum, 18 tahun hidup selalu bersama Ibu, apa-apa minta tolong Ibu, bahkan orangnya cueekk banget kayak bebek #Eh (Emang cueknya bebek itu gimana ya? Gue juga gak tahu :p)

Alhasil, ketika pengen melepas dia kesana, itu serasa lo mau ngelepasin anak ayam ke hutan rimba. Takut bro! Takut dimakan macan, takut ketemu harimau, takut kejebur di sungai, takut di lahap buaya, dan takut takut lainnya. Kita semua takut, gue, Ibu, dan Ayah. Maka seminggu pertama kita selalu sms perkembangannya di asrama sana dan memantau dari jauh. Ya, ceritanya dia selama sebulan ini masuk program matrikulasi dulu atau penyetaraan dari kampusnya.

Namun, apa yang terjadi? Ternyata kekhawatiran kita tidak sepenuhnya benar! Selama tiga minggu kita tinggal ini, ternyata banyak perubahan yang kita rasakan dari dirinya. Pertama, ketika ngejawab pesan" singkat dari kita, ternyata ia lebih bersemangat. Ada "ruh" disana yang membuat ia terlihat berbeda ketika menjawab itu. Dan kedua, ia menjadi lebih care, lebih terbuka, dan lebih peka terhadap dirinya sendiri. Dulu, ketika butuh apa", pasti Ibu gue yang repot ngurusin perlengkapan sekolah dia. Namun sekarang, dia udah mulai bisa visioner dan mempersiapkan kebutuhannya sendiri.

Maka, kesimpulan dari tulisan gue hari ini. Let It Go, boys. Lepaskanlah dia. Berilah ia kepercayaan. Ketika lo punya adek yang sama kayak gue, cobalah buat ia yakin bahwa ia mampu. Berikanlah ia mandat dan tanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Tidak selamanya ia menjadi anak kecil, suatu saat ia butuh akselerasi untuk mencapai tingkat kedewasaan itu. Dan tingkat tersebut gak akan ia capai selama kita masih "mengekang" dia dalam genggaman kita.

Let It Go, boys. Gue yakin kamu bisa. Berjuanglah di kampus teknologi itu, adikku. Doa kami menyertaimu.

Kakakmu beserta keluarga.
@agi_eka.

Curhatan Mahasiswa Tingkat Akhir

Kemarin", gue telah posting one day one post selama satu hari, oke gue bayar besoknya dan it's done. Tapi, hari ini, ketika gue liat list postingan dan gue liat masih kurang 8 lagi? Oh My God. Gue kemana aja seminggu ini ~,~

Well, gue akui seminggu terakhir memang gue jadi orang yang nocturnal. Dalam arti, gue hidup seminggu ini kayak kalong. Malem" gentayangan, berseluncur ke dunia maya, ngerjain tugas, bikin laporan, nyelesaian proposal (buat seminar, bukan buat yang ... ehm, you know lha), dan lain-lain. Meskipun puasa, gue ngerasa hidup gue bener" idup pas malemnya doang, entah kenapa.

Seminggu terakhir gue abisin buat ngejer" dosen, revisian proposal, dan persiapan seminar. Sumpah, nyelesaian satu mata kuliah ini cukup menguras habis tenaga gue seminggu terakhir. Matkul dua sks yang memakan hati, tenaga, pikiran, dan juga waktu gue. Tapi, tapi, tapi, alhamdulillahnya hasil akhirnya sangat memuaskan. Memang, dimana ada kemauan disana ada jalan. Dan dimana ada usaha, disana pasti ada hasil yang setimpal. Gue cukup puas. Alhamdulillah :)

Satu hal yang menjadi catatan pembelajaran terbesar minggu ini adalah, yang namanya tugas (baik itu untuk bikin proposal, skripsi dan lainnya), kuncinya hanya satu: DIKERJAIN.

Gue baru paham arti kata" itu seminggu terakhir. Dan terima kasih banyak untuk semua teman" gue yang mendukung usaha gue kemarin. Itulah hal lain yang gue dapatkan juga, kunci kedua untuk meraih kesuksesan yakni: TEMAN SEPERJUANGAN.

Teman yang bisa saling mendukung. Teman yang bisa saling menopang. Teman yang sama" bangkit dan meraih mimpi bersama-sama. Teman untuk saling mengingatkan dan teman yang berjanji untuk selalu ada di saat suka dan duka. Ya, itulah teman sejati. Terima kasih, guys.

Daaruut Tauhiid, 28-06-15. 00:38 WJLG (Baca: Waktu Jam Laptop Gue) :P

Bermain Diksi dalam Puisi

Sahabat sastra, terkadang ketika kita ingin menuliskan sebuah karya, kita selalu bingung kata" apa yang harus saya tuliskan. Terlebih lagi dalam membuat puisi karena diksi adalah jantungnya puisi.

Apa itu diksi? Diksi artinya "pilihan kata". Mksudnya ketika kita menuliskan puisi, kita perlu memakai diksi" yang kuat dalam karya kita. Hal ini juga bertujuan agar puisi kita memiliki "ruh" dlm pembuatannya.

Contoh:
#1. Kata-kata itu seperti "pisau" yang "mengiris hatiku."
#2. Kata-kata itu seperti "belati" yang "membelah dadaku."

Efek pisau diganti dengan belati seakan menambahkan unsur yang lebih kuat ketimbang hanya memakai kata pisau. Ada semacam "kekuatan" dalam kata"nya dan inilah yang penting dalam membuat puisi.

Begitu pun dengan kata mengiris dan membelah. Tentu kita dapat membayangkan apa beda dan dampaknya ketika hal tersebut benar" terjadi. Mengiris mungkin hanya menimbulkan luka kecil, namun membelah dapat diartikan merobek sesuatu dengan skala yang lebih besar.

Lantas, gimana cara kita menggunakan diksi" yang kuat sementara kamus bahasa kita terbatas?
Nah, jangan khawatir. Penikmat sastra biasanya sudah kenal dengan yang namanya: Tesaurus.

"Apa itu tesaurus? Temennya dinosaurus, kang?"

Bukan! Haha.. Tesaurus itu adalah sebuah buku yang memuat padanan kata" yang memiliki makna yang sama namun diksi yang berbeda. Mungkin teman" yg punya telepon pintar (baca: smartphone) juga bisa mencari dan menginstallnya via google play dengan keyword: Tesaurus Bahasa Indonesia. Karena Tesaurus itu ada banyak, dan mayoritas justru langsung ketemu Tesaurus Bahasa Inggris sih menurut pengalaman saya.

Namun, yang ingin softfile e-book na, blh bubuhkan email kalian dan insya Allah nanti saya kirim datanya sesegera mungkin. Kapan lagi berbuat baik kepada sesama sastrawan? Mumpung lagi bulan Ramadhan juga #Eh.. Hehe ;)

Selamat berpuisi dan bermain diksi semuanya… Have a nice day~ :)
 
@agi_eka

Sabtu, 20 Juni 2015

2 Mitos dalam Menulis

Pada saat kita menulis, selalu ada saja alasan" kita utk menunda menulis. Entah itu karena kesibukan, aktivitas, dan sebagainya. Berbagai alasan tersebut dengan mudah kita nobatkan sebagai "Writer's Block." Berawal dari sana, timbullah anggapan" dan mitos dalam menulis. Berikut 2 mitos yang paling sering saya dengar.

#1. Saya gak punya waktu untuk nulis, kang!
Alasan ini berawal dari kesibukan dan padatnya aktivitas kita sehari". Pagi sekolah/kuliah, siangnya kerja kelompok, sore rapat, malem kecapekan, terus ketiduran. "Waktu nulis saya abis kang karena berbagai aktivitas tersebut!" Begitu curhatan mereka kepada saya.

Okeh, saya gak bakal mempermasalahkan aktivitas" apa saja yang kalian ambil. Karena saya yakin, berbagai aktivitas tersebut pasti untuk kebaikan juga. Namun, yang saya minta hanyalah: Ubah paradigmamu!

Kita gak nulis sebenarnya karena bukan gak bisa, tapi Gak Mau! Gak mau berusaha nyari ide, gak mau berusaha belajar nulis, dan juga gak mau meluangkan waktu untuk nulis.

So, dari sekarang ubahlah paradigma kalian.

Bukan "Menulislah di Waktu Luang" Tapi "Luangkanlah waktu untuk Menulis."

Niscaya kalian gak bakal kehabisan waktu untuk menulis :)

#2. Saya belum mood untuk nulis, kang!
Menulis seringkali disandingkan dengan mood. Karena gak mood, kita gak jadi nulis. Karena moodnya belum bagus, akhirnya tulisan kita jelek. Salahkah?

Sebelumnya saya tanya dulu, apa diantara kalian ada yang pernah mendengar tentang "The Power of Kepepet?"

Ketika ada tugas yang harus dikumpulin besok, akhirnya kita begadang ngerjain ntu tugas sampe beres. Padahal tugas itu udh 2 minggu lamanya dianggurin. Dan nyatanya malem itu akhirnya tugasnya selesai juga. Dengan hasil yang beragam tentunya.

Pas ada DL event puisi/cerpen, malemnya kita langsung ngebut bikin karya karena kita pengen ikutan lomba tersebut. Alhasil puisi/cerpen kita pun jadi dalam waktu singkat. Beberapa mendapat penghargaan, menjadi pemenang, dan lolos karyanya untuk dibukukan. Sementara yang lain mendapat sebaliknya.

Apakah dua hal tersebut membutuhkan mood? Jawabannya: Tidak!

Sebenarnya kita hanya butuh azzam atau tekad yang kuat dalam mengerjakan sesuatu. Sama halnya kayak mitos sebelumnya. Jika kita belum punya tekad yang kuat untuk menulis, maka sebuah alasan kecil selalu bisa dibesar"kan.

Maka tips dari saya, perbaiki kembali niat kita dalam menulis, yakinkan dalam hati bahwa kita bisa dan mau untuk menjadi penulis, dan bulatkanlah tekadmu untuk membuat suatu karya yang bermanfaat bagi pembacanya.

Dengan begitu, 2 mitos di atas insya Allah bisa diatasi ;)
Semoga bermanfaat.. Dan selamat malam semuanyaa ^_^

Bandung, 20 Juni 2015
@agi_eka

Rabu, 17 Juni 2015

Marhaban Yaa Ramadhan!

Malam ini kita telah resmi memasuki bulan suci Ramadhan (berdasarkan kalender Hijriyah). Kali ini kita akan merasakan kembali masa" tarawih, puasa, masjid" ramai dengan suara tilawah, mahasiswa akan berubah menjadi seorang PPT (Para Pencari Takjil #Eh), guru" dan dosen" akan berubah menjadi penyabar (dengan senyum yang tetap saja... yaa seperti itu lah), setan" dibelenggu, setiap amal perbuatan diganjar berlipat ganda dibandingkan biasanya, daan juga pastinya suasana berbuka puasa yang hikmat dengan berbagai suguhan es campur bersama teman" yang dibalut rasa kekeluargaan dalam acara bernama: Buka Puasa Bersama.

Malam ini mungkin gue gak mau banyak ngomong macem" juga karena setiap perkataan sekarang pun bakal semakin berat. Malam ini juga bisa dibilang gue mau sedikit curhat (karena jam malem gue bakal banyak berkurang). Yah, bukan rahasia umum lagi kalo gue banyak nulis itu ketika malem. Gue ngerasain bahwa malam adalah waktu "Golden Time" gue buat nulis. Malam, mencari suasana yang tenang, fokus pikiran yang terang, dan inspirasi berkelibatan datang, disanalah gue mencari dan mencari. Menuangkan asa, menggapai mimpi, demi hidup yang abadi.

Mungkin 1 bulan ke depan tantangan akan semakin terjal menantang. Tinggal 13 hari menjelang one day one post di bulan ini. Dengan kesibukan yang akan semakin padat, target yang terus merayap, dan rutinitas yang harus selalu dikerjakan. Maka gue cuma bisa berdoa semoga saja gue pun masih bisa menjalaninya seperti biasa.. Doakan ya, guys! :D

So, akhir kata.. Gue cuma mau bilang.. Marhaban Yaa Ramadhan! Selamat datang bulan suci nan penuh barokah.. Selamat datang tajil di setiap penjuru daerah.. #Eh

Welcome guys.. To The Ramadhan!! :D
Semoga kita bisa mendapatkan hikmah yang lebih baik dari Ramadhan tahun ini :)

@agi_eka

Marhaban Ya Ramadhan! (18/6)

Selasa, 16 Juni 2015

Segarnya Es Goyobod Bandung

Seperti janji hari kemarin, jadi ceritanya tadi siang (atau mungkin kemarin lebih tepatnya), gue fix berangkat ke Rumah Buku untuk hunting buku-buku murah meriah yang diobral di garage sell. Ceritanya sih gue ditemani seseorang pada hari ini. Siapa dia? Mau tau aja atau mau tau banget? :D

Yah, gue belum minta izin c.. Tapi panggil saja dia Nur XD

Yang lucunya pada siang hari ini adalah, ketika kita mau janjian ketemu tapi gak bisa komunikasi. Kenapa? Karena ternyata eh ternyata, hapenya Nur sedang low bet banget. Selidik punya selidik, jadi sudah tiga hari ini hape dia belum di cash. Entahlah, apa karena cashannya ketinggalan ataukah dia memang sedang malas saja. #Eh

Alhasil, gue ngerasa kayak orang jaman 80an yang mau janjian tapi gak punya alat komunikasi. Haha :v

Gue teringat juga cerita dari bokap-nyokap gue. Jadi ceritanya ketika mereka masih muda dulu (#Cie~), mereka berdua pernah janjian untuk ketemu di hari libur kantor. Kalian tau? Jaman itu hape masih segelintir orang yang punya. Masih hape2 gede yang bisa dipake buat nimpuk anjing gitu.. Adapun yang lagi trend, paling cuma pager. Semacam smartphone versi jaduuull pisan. Haha :D

Akhirnya tibalah hari yang dinanti-nanti. Dan kalian tahu? Karena gak punya alat komunikasi apapun, ujung2nya mereka berdua menanti di dua tempat yang berbeda. Sebut saja tempat janjiannya bernama "King". Nah, nyokap gue nunggu di pintu depan King, sementara bokap gue malah nyariin di pintu belakang King. yaa mana ketemu gitu ya.. Secara tempatnya juga cukup luas lho.. >.<

Keesokan harinya, mereka berdua bertemu lagi dan saling melampiaskan kekesalan karena tidak jadi bertemu. Namun setelah saling mendengar cerita satu sama lain, akhirnya mereka berdua tertawa geli karena ternyata mereka berdua saling menunggu di tempat yang salah. Hehe.. Dan hari ini, gue hampir merasakan hal tersebutn juga.

Chat terakhir yang gue terima dari Nur, ia mengatakan, "Kang kalau nanti aku gak ada di depan pintu Pusdai, berarti aku langsung nyari Rumah Buku ya." Dan karena gue mempercayai hal tersebut, sesaat setelah gue muter" Pusdai dan gak ngeliat batang hidung dia, lantas gue pun langsung cus ke Rumah Buku untuk mencarinya. Namun apa hendak dikata, disana pun gue tidak menemukan dirinya! "Kemana si Nur ini?" pikir gue dalem hati.

Tiba-tiba sebuah pesan singkat masuk ke hape gue. "Akang dimana? Aku baru nyampe Pusdai nih. Ditunggu ya di depan pintu masuknya." Olala~ Ternyata dia baru nyampe toh. Tanpa basa basi lagi, gue tinggalin tas di Rumah Buku dan langsung menjemput Nur di Pusdai. Kita pun tertawa" setelah mendengar cerita satu sama lain. Ternyata dia terjebak macet di salah satu daerah Dago. Hoho.. Gue pun memakluminya :)

Selepas shalat dzuhur, kita pun langsung berangkat kembali ke Rumah Buku untuk melanjutkan misi yang tertunda. Dan kalau kalian sekarang bertanya", apa hubungan judul postingan dengan cerita gue di atas? Sebenarnya semua itu hanyalah bagian opening.. Hahaha #KetawaJahat

Puas mencari buku" yang kita pengen, sebelum pulang gue pun mengajak Nur untuk mencari es campur sebentar. Kenapa es campur? Entah kenapa siang" bolong dengan terik matahari menyengat, membuat gue tiba" ngidam es campur. Ngidam? Ya, ngidam. Gue lelaki yang suka ngidam.. *kadang" #LoL

Kita pun memulai misi baru sebelum pulang. Mencari kesana kemari hanya untuk satu tujuan: Tukang Es Campur. Bolak-balik sana sini, muter sana muter sini, yang kita temui hanya tukang cireng, warteg, lumpia basah, seblak, mie ayam, juice buah, warung kopi, es dawet, es kelapa muda, dan es goyobod.. Sebelum kita menyerah, akhirnya gue dan Nur memutuskan untuk memilih salah satu diantara tukang" tadi. Pilihan pun jatuh kepada tukang es Goyobod yang berada di depan Pusdai (Pusat Dakwah Islam), Bandung.

Stand Es Goyobod depan Pusdai :D

Kalau kalian bertanya" apa itu Goyobod, maka jawabannya ada di Wikipedia. #Eh

Menurut Tante Wiki, Es Goyobod adalah minuman dingin Indonesia yang berbasis pada santan yang mirip dengan es campur.[1] Minuman ini terbuat dari es serut, santan, gula cair, dan sari pati kacang hijau yang dibekukan yang dikenal seabgai hunkwe. Bahan lainnya termasuk alpukat dan kelapa yang diparut.[1]

Namun, berdasarkan dari es yang tadi gue beli (dan juga informasi dari abang"nya), pada dasarnya es goyobod itu dapat disesuaikan dengan selera pembeli kok. Es ini (katanya) sudah ada dari tahun 70an, jaman bapaknya abang" penjual Es Goyobod ini masih muda. #WoW

Nah, kebetulan Es Goyobod yang tadi gue dan Nur rasakan, terdiri dari campuran es batu, air gula, goyobod, roti tawar, nangka, dan juga tapai. Dengan harganya yang cuma Rp. 5000,- , es ini sangat memanjakan lidah dan juga kantong kalian. Silahkan mencobanya sesekali kalau kalian lewat daerah sini ya.. Kebetulan abang" yang jual baik kok dan sepertinya tipe orang yang enak kalau diajak ngobrol dan bercanda :)

Contoh Penampakan Es Goyobod :D

Pada intinya, hari ini gue sudah cukup seneng karena berhasil menggarap beberapa buku untuk referensi bacaan, membaca beberapa karya orang (termasuk temen gue salah satunya), wisata kuliner dadakan, mengajar, dan juga jalan" ke tempat baru (datang lagi) :D

Well, mungkin itu aja yang mau gue share malem hari ini. Maaf kalau panjang dan tidak lebar. Semoga nanti kita bisa sharing kembali~

Sampai jumpa di postingan berikutnya guys.. Selamat beristirahat ;)

@agi_eka

Hasil Hunting Buku (16/6)

Senin, 15 Juni 2015

5 Cara Menjadi Penulis

Jadi begini ceritanya. Beberapa hari yang lalu gue sempet tergabung di grup WA "Sastra Online". Jadi, grup ini bertujuan mengumpulkan penulis" untuk sharing seputar kepenulisan. Kalau grup FB mungkin sudah terlalu mainstream ya? Makanya belakangan ini mulai banyak bermunculan grup" lain, mulai dari BBM, Line, hingga ke WA dan media sosial lainnya. Nah, disini gue mau sedikit sharing tentang grup yang baru saja gue masuki :)

Grup WA "Sastra Online" :)

Pertama, admin grup ini bernama Irma Dewi Meilinda, S.Kom. Beliau kala itu adalah admin website, grup fb, fanpage, line, dan WA dari "Sastra Online". Setelah kemarin berbincang sedikit, gue juga baru menyadari bahwa kita berasal dari satu daerah yang sama: Lampung. XD

Yang bikin gue sedikit kaget juga bahwa beliau ternyata lulusan dari perguruan tinggi Teknokrat. Tempat dulu gue sering ikut Bunkasai, festival kebudayaan Jepang gitu. Biasanya sih gue ikut" ngeramein buat nemenin temen gue di bagian Cosplay-nya aja. Maklum, sama" anime lover soalnya.. Huehehe XP

Kembali ke topik, jadi ceritanya sekitar 2 hari yang lalu tepatnya tanggal 13 Juni 2015. Teh Irma sedang merasakan kurang sehat sehingga tidak bisa mengisi materi di grup Sastra Online ini. Gue yang baru saja masuk sehari yang lalu, tiba" saja ditunjuk menjadi pemateri dadakan! Jujur, gue juga bingung mau nyampein apa, tapi setelah ditimbang", sepertinya anak"nya juga masih pada baru. So, gue coba menyampaikan 5 Cara untuk Menjadi Seorang Penulis :D

Semua orang pasti bertanya-tanya ya, baik di workshop, kelas menulis, dan tempat lainnya. "Kak, gimana sih caranya untuk menjadi seorang penulis?"

Nah, salah satu pemateri yang gue ikuti ketika itu, akhirnya memaparkan 5 cara menjadi penulis. Beliau dikenal dengan nama: Fatih Zam. Seorang jurnalis di Harian Umum Pikiran Rakyat dan juga Penulis Novel "Perjalanan Mengalahkan Waktu" (Mizan, 2014).

5 Kiat tersebut dipaparkan dalam poin-poin sebagai berikut.

1) Milikilah Niat dan Komitmen untuk Menjadi Seorang Penulis.
Sebelum kita melakukan sesuatu, tentu hal yang harus kita miliki adalah sebuah niat dan komitmen yang kuat. Hadits mengatakan "Innamal a'malu binniat." Sesungguhnya setiap perbuatan itu bergantung pada niatnya. Dalam menulis pun sama, temukanlah terlebih dahulu alasan. "Untuk apa kita menulis?"

Kalau tujuan kita sudah baik, maka insya Allah jalan menuju impian tersebut akan terbuka lebar untuk kita. Sedikit demi sedikit, Allah akan menunjukkan kepada kita cara-cara meraih impian kita tersebut. Trust Me, It Works. #BukanIklan :P

2) Bergabunglah dengan Komunitas Menulis.
Hal ini penting lho, guys. Ketika semangat menulis kita turun, yang kita butuhkan adalah teman yang dapat membantu kita untuk bangkit kembali. Saling mengomentari hasil tulisan, sharing pengalaman, dan juga hal lainnya, itu semua bisa meningkatkan kualitas dan kemampuan kita dalam menulis. Organisasi maupun komunitas menulis kan sudah banyak, mulai dari FLP, grup sastra, Forum Aktif Menulis (FAM), dan termasuk UKM Kepenulisan Islami Al-Qolam UPI. Bergabunglah dengan salah satunya, niscaya kamu akan menemukan teman" seperjuangan yang siap membantumu untuk menjadi seorang penulis :)

3) Bertemulah dengan Penulis.
Dengan berbagi pengalaman dari penulis secara langsung, biasanya kita pun akan termotivasi untuk menulis. Hal" yang menjadi uneg" kita, permasalahan kita dalam menulis, writer's block, dan hal lainnya, semua bisa kita tanyakan kepada beliau. Setidaknya beliau telah mengalami hal-hal tersebut lebih dahulu daripada kita. Pengalaman" beliau yang berharga setidaknya bisa kita ambil hikmah dan ilmunya. Dengan bertemu penulis, kita menjadi selangkah lebih dekat menuju impian kita menjadi seorang penulis :)

4) Ikutilah Workshop atau Seminar Kepenulisan.
Pelatihan menulis itu penting lho. Meskipun praktik menulis biasanya dilakukan di luar pelatihan tersebut, setidaknya kita bisa mendapatkan teman" baru, memperoleh ilmu" baru, membuka link dan jaringan kepenulisan dengan berbagai daerah, serta kita pun akan menyadari bahwa perjuangan kita menjadi seorang penulis ternyata tidak seorang diri. Banyak teman" kita di luar sana yang juga hobi menulis dan kita pun bisa mengambil berbagai pembelajaran baru dari seminar atau pelatihan tersebut. Milikilah juga penulis favorit, ikuti seminarnya, mudah"an kita bisa mengikuti jejak keberhasilan beliau suatu hari nanti :)

5) Menikah dengan Penulis.
Ketika 4 cara sebelumnya belum juga berhasil menjadikanmu seorang penulis, maka cara terakhir ini pasti mujarab. Cara tersebut yaitu: Menikah dengan Penulis :D

Dengan menikahi penulis, kamu akan diajari secara khusus oleh pasanganmu tentang ilmu" kepenulisan. Dan mau tidak mau, cepat ataupun lambat, kamu pun akan mengikuti jejaknya untuk menjadi seoarang penulis. Seperti Tias Tatanka, Asma Nadia, dan lainnya. Mereka semua memiliki suami seorang penulis dan kedua sama" handal dalam menulis, lho :D

Gak percaya? Tias Tatanka punya Gol A Gong (Penulis Buku Fenomenal "Balada Si Roy"), Asma Nadia punya Isa Alamsyah (Penulis buku best seller "101 Dosa Penulis Pemula" dan "No Excuse), sementara Aku? Aku punya kamu~ #Eaa #GombalGembel

Nah, itulah mungkin 5 tips untuk menjadi seorang penulis yang gue rangkum. Mudah"an 5 cara ini dapat bermanfaat dan menjadikanmu termotivasi untuk menjadi seorang penulis yaa :)

Pada dasarnya menjadi penulis itu mudah kok. Tinggal ambil penamu, tuangkan tintamu, dan tuliskan ceritamu. Maka saat itu juga, kamu sudah bisa disebut seorang penulis, lho! :D

So, dari sekarang.. Yuk temukan passionmu dan jadilah seorang penulis yang ahli di bidang tersebut. Kalau kamu suka novel, maka jadilah penulis novel. Kamu suka mendengar puisi? Kenapa tidak mendalami ilmu tentang puisi? Dan jika kamu senang membaca berita, cobalah sesekali kamu yang menulis berita :)

Dunia kepenulisan itu luas, guys. Semoga suatu saat kita bisa bertemu dan sharing tentang kepenulisan dimanapun kita berada ya.. Tidak ada alasan untuk mengatakan sulit menjadi seorang penulis. Yang ada hanyalah tekad kita yang belum kuat dalam meniti jalan kesana.

"Jika ada kemauan, maka akan ada 1000 upaya disana. Tapi jika tidak ada kemauan, maka 1000 alasanlah yang akan mengikutimu. No Excuse!!"

Selamat malam dan selamat beristirahat semuanya~ ;)

@agi_eka

Hunting for A Book

Semua orang pasti suka jalan". Iya kand? Termasuk gue. Gue juga orangnya seneng banget jalan". Baik ke luar kota maupun dalam kota. Apalagi kalo udah ketemu brosur "Bazar Buku Murah. Up To 90%!" Waah udah deh langsung diembat itu. Cap cip cus tanpa ba bi bu lagi XD

Salah satu dari yang gue suka di Bandung adalah visi walikotanya yang didukung dengan pemprov Jawa Barat untuk menjadikan Bandung sebagai Kota Buku Sejagad. Ya, Bandung ingin dipromosikan sebagai ibu kota "Buku" dari seluruh dunia. Untuk mencapai hal tersebut memang tidaklah mudah. Maka Bandung mulai mencanangkan berbagai kegiatan yang menunjang program tersebut hingga tahun 2017 nanti.

Yang menarik adalah dengan adanya program tersebut, tidak hanya dari IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia) wilayah Jawa Barat saja yang mengadakan kegiatan" seperti hibah buku, obral buku, bazaar, dan sebagainya. Akan tetapi, berbagai toko buku juga mengadakan hal yang serupa. Kalau kalian pernah melihat ada Indomaret dan Alfamart, dua buah toko yang berseberangan dan menjual barang yang hampir sama, maka di Bandung salah satunya ada toko buku Togamas dan Rumah Buku.

Toko Buku Togamas Bandung.

Gue juga sebenernya gak ngerti, konsep apa yang dipergunakan dalam bisnis ini. Gue seringkali mendengar bahwa dalam membuat bisnis, kita butuh saingan. Seperti di Jepang, gue pernah ngedenger kalo ada dua stasiun tv yang besar, namanya TV Tokyo dan apaa gitu.. Sementara faktanya, dua buah stasiun tv tersebut ternyata letaknya di bawah satu manajemen! ~,~

Kembali ke topik, jadi Togamas dan Rumah Buku ini adalah dua buah toko buku yang terletak di Jl. WR. Supratman, Bandung. Nah, yang gue tau berdasarkan pengalaman disana, bahwa pada dasarnya buku2 yang dijual di Togamas dan Rumah Buku ada beberapa yang berbeda. Kemudian dari segi pelayanan, diskon, dan lainnya juga ada beberapa yang berbeda. Sistem member pun berlaku disini, pun yang membuat gue betah adalah membeli di dua toko buku ini bisa mendapatkan bonus sampul plastik gratis. Beda jauh kalo kita beli buku di gramedia. Udah mah gak diskon, gak dapet sampul plastik lagi! :P

Toko Buku Rumah Buku Bandung.

Btw, yang mau gue sampein juga bahwa di dua toko buku ini biasanya selalu ada garage sell. Jadi itu semacam konsep "Cuci Gudang" dengan memberikan diskon2 kepada pembelinya sampai dengan 99% (sepertinya sih). Pasalnya, kemarin gue beli buku di Rumah Buku pada bagian garage sell na, masa iya cuma kena biaya Rp. 1.000,- !! Masya Allah, bro. Untung besar tuh kalo mau ngeborong!! XD

Pun kemarin di Rumah Buku, ada program yang namanya Midnight Sell. Jadi, Rumah Buku membuka penjualan di depan tokonya, membuat beberapa acara yang memeriahkan tempatnya, dan juga memberikan diskon baik untuk buku lama maupun buku baru. Apalagi untuk membernya, katanya sih dapet diskon2 tambahan gitu. Kurang apa coba? XD

Suasana Midnight Sell @Rumah Buku Bandung 2015

Kebetulan, walaupun midnight sell-nya udah gak ada lagi tapi garage sell-nya masih tetep ada lho guys! So, bagi yang mau ikutan, rencananya gue mau berangkat sekitar jam 10 sih kesana, janjian sama anak Al-Qolam buat hunting" buku. Lumayan lha buat nambah" koleksi di kosan.. Hehe XD

Ada yang mau ikut? Bareng yuuk kesananya ;)

@agi_eka

Sabtu, 13 Juni 2015

Memories of KKN #3 - Diklat dan Persiapan Pemberangkatan

Sebelum menjalani masa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik UPI, perlu diketahui bahwa program ini mewajibkan kita tinggal selama (minimal) 40 hari di desa orang. Tentu, tidak sembarang tempat yang dapat kita tinggali. Karena itulah fungsinya LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat) UPI untuk melakukan survey pertama dan memberikan kita pilihan-pilihan tempat KKN di berbagai daerah.

Di postingan sebelumnya pun gue udah memaparkan beberapa hal yang harus kalian persiapkan. Mulai dari struktur kelompok dan hal-hal awal perihal pengelompokan. Nah kali ini gue mau jelasin sedikit alur dari pembentukan kelompok sampai dengan pelaksanaan KKN tersebut. (Atau lebih tempatnya sampai dengan persiapan pemberangkatan kita ke lokasi).

Okeh, jadi begini sodara-sodara. Sekitar 2 minggu sebelum KKN, biasanya dari LPPM akan melaksanakan yang namanya Dilkat Terpusat, yakni semacam sosialisasi awal tentang apa itu KKN, tujuan pelaksanaannya, kegiatan-kegiatan dan seterusnya. Intinya untuk memotivasi kita dan memberikan gambaran umum tentang apa sih yang harus dilakukan selama kita KKN.

Diklat terpusat ini dibagi menjadi beberapa hari (biasanya sih sekitar 5 hari). Dengan estimasi setiap satu hari 2 kabupaten dan masing-masing kelompok mengirimkan perwakilan sekitar 2-3 orang. Di tempat inilah juga, setelah pelaksanaan diklat selesai, biasanya dari LPPM akan memberikan kewenangan kepada mahasiswanya untuk memilih koordinator kecamatan (koorcam) dan koordinator kabupaten (koorkab).

Apa fungsinya koorcam dan koorkab? Yang jelas bukan untuk gaya-gayaan ya, apalagi buat nambah" CV ketika mau ngelamar pekerjaan ~,~

Tugas koorcam yakni mengkoordinir kegiatan-kegiatan tingkat kecamatan, sementara koorkab bertugas untuk mengkoordinir kegiatan-kegiatan tingkat kabupaten. Simplenya seperti itu. Untuk pertama-tama, biasanya koorkab akan bekerjasama dengan koorcam untuk persiapan penerimaan.di tingkat kabupaten (oleh bupati, walikota, dan lainnya). Setelah resmi diterima, terkadang ada penerimaan lanjutan di tingkat kecamatan maupun desa. Nah disinilah koorcam bertugas untuk mensinergiskan agenda-agenda tersebut.

Sebenernya tugas koorkab maupun koorcam tidak terlalu banyak, hanya satu-dua kali saja ketika di awal dan di akhir. Selebihnya di tengah-tengah, tinggal menunggu perintah ataupun permintaan bantuan saja dari teman-teman sekecamatan, kabupaten, maupun dari UPI (pihak LPPM). Hal ini juga berfungsi untuk mempermudah jalur koordinasi antara LPPM dengan mahasiswa KKN :)

Oya, perihal teknis pemilihan koorkab maupun koorcam, sebenarnya bebas-bebas saja sih. Dari LPPM tidak mematok harus seperti ini ataupun seperti itu. Yang jelas (kalau kesepakatan kabupaten sumedang ketika itu), diusahakan koorcam dan koorkab itu bukan ketua kelompok agar dapat lebih fokus ke tugasnya masing-masing. (khawatir ketika ada kebutuhan koorcam/koorkab dan kelompok di waktu yang bersamaan, akhirnya ketua kelompok nanti malah ripuh dan tugas koorcam/koorkab malah tidak bisa maksimal). Tapi seandainya memang tidak ada, biasanya ada sukarelawan yang akhirnya mengajukan diri ataupun sistem tunjuk. Intinya, beranikan diri dulu saja, insya Allah banyak pengalaman juga yang akan kalian dapatkan :)

Lalu selanjutnya terkait persiapan pemberangkatan, nah ini memang cukup banyak yang harus dipersiapkan. Pertama-tama, memang kita harus survey terlebih dahulu untuk mencari Tempat Tinggal selama kita KKN. Saran saya, pilihlah yang harganya murah dan strategis. Aman untuk menyimpan kendaraan, dan tidak jauh dari peradaban (maksudnya untuk kegiatan maupun pasar). Biasanya sih rumah-rumah di pedesaan gitu tidak terlalu mahal biaya sewanya. Kemarin juga untuk 2 bulan, kami hanya dikenakan biaya sekitar Rp. 350.000,-. Padahal itu satu rumah lho! Beda banget harganya dengan di Bandung ~,~ #Shock

Kebetulan rumah yang kami dapatkan ketika itu dilengkapi dengan halaman, ruang tamu, tiga kamar, dapur, dan kamar mandi. Cukup luas untuk ditinggali 10 orang. Ibunya pun baik, tetangganya ramah-ramah. Hanya sayang listirknya masih memakai sistem token, jadi harus sering-sering dilihat. Takut mati lampu sewaktu-waktu.. Hehe :P

Tampak depan posko KKN ketika pertama kali datang. (25/6/14)

Memang kondisi rumah ketika pertama kali kami tempati sedikit "berantakan". Maka ketika ada sedikit rezeki lebih, kami sisihkan waktu, harta, dan tenaga kami untuk sedikit merenovasinya. Yah, setidaknya kami "bumbui" rumah tersebut dengan warna biru "Persib" dan juga pernak-pernik lainnya. Alhasil, seperti inilah tampak depan setelah direnovasi :)

Tampak Depan Setelah Renovasi.. #AbaikanOrang2nya :P

Masalah rumah, intinya mah silahkan saja cari tempat yang nyaman, aman, dan bisa diterima oleh semua anggota kelompok. Mau rumahnya satu untuk semua, nyewa dua tempat untuk cowo dan cewek, ataupun nebeng di tempat pak RW, gak masalah kok yang manapun juga. Yang penting mah dapet rumah, itu aja :D

Nah setelah rumah dapet, setelahnya tinggal menentukan barang-barang apa yang tidak ada di rumah tersebut. Misalkan kompor, jemuran, mesin cuci, kasur, karpet, papan tulis, ATK, ember, rice cooker, gayung, alat pel, lampu, gorden, gembok, keset, dan segala pernak-pernik lainnya. Di luar kebutuhan pribadi ya, silahkan catat kebutuhan-kebutuhan kelompok kalian. Anggarkan yang harus dibeli, dan cari yang bisa dipinjam. Disini kita harus menghemat lho agar bisa hidup berkecukupan selama satu-dua bulan ke depan :)

Kalau barang" sudah di list, langkah selanjutnya yakni membicarakan RAB (Rangkaian Anggaran Biaya). Sebenarnya kemarin juga sudah sedikit disinggung, tapi disini untuk penegasan saja. Jadi, silahkan anggarkan biaya makan, kebutuhan sehari-hari, biaya peralatan, tempat tinggal, listrik, air, gas, transportasi pemberangkatan maupun pulang, dan lain sebagainya. Yah, minimal satu orang biasnaya udunan sekitar 600ribu rupiah. Itu udah yang paling murah lho untuk yang tinggal di luar daerah. Paling mahal biasanya sampai 1,2 juta. Baru yang gue denger sih, belum tau kalo ada yang lebih mahal dari itu..

Selebihnya mangga tinggal berangkat dan koordinasi dengan pemilik rumah, RT/RW, kepala desa dan perangkatan lainnya. Siapkan Fotocopy KTP juga ya untuk masing-masing orang, biasanya butuh untuk pendataan orang-orang yang tinggal sementara di daerah tersebut :)

Well, sepertinya malam ini cukup panjang ceritanya dan mudah-mudahan saja bermanfaat. Insya Allah episode selanjutnya gue bakal bercerita tentang kegiatan-kegiatan selama KKN. Dan pastinya, bakalan banyak foto-foto kami yang eksis dan cetar membahana badai :D

Stay tune, guys.. Sampai bertemu di postingan berikutnya ;)

@agi_eka

Gabung Yuk! Funway Ramadhan 1436H :D

Tak terasa sebentar lagi Ramadhan akan kembali datang. Berbagai khalayak mulai dari anak-anak, remaja, mahasiswa, sampai orang dewasa semua merayakannya dalam balutan satu ikatan ukhuwah islamiyah. Tentunya kita pun tak mau ketinggalan kan merayakan bulan suci penuh berkah dan rahmat ini? :)

Beberapa hari yang lalu di Lampung, kota tempat gue besar, juga diadakan acara yang serupa. Lebih dari seribu orang yang terdiri dari siswa SD, SMP, SMA, bahkan mahasiswa, guru, dosen, masyarakat umum, aktivis, dan lainnya, mengadakan pawai Ramadhan juga hingga berkumpul di Bundaran Gajah. Sungguh, kegiatan ini membuat gue merindukan Bumi Ruwa Jurai tempat tinggal gue dahulu.

Suasana Pawai Ramadhan di Bandar Lampung oleh FORKAPMI Lampung.

Memang ketika acara seperti ini, hijab (pembatas) antara panitia dan peserta harus kita lepas. Tidak hanya karena kita panitia, maka kita harus riweuh ngurusin acara kayak gini. Bukan juga karena kita peserta, maka kita mengharapkan dapat balasan dari panitia berupa gorengan dan aqua gelas. Tapi karena KITA UMAT MUSLIM yang sama-sama beragama Islam, maka disanalah kekuatan kita untuk menyukseskan acara kita bersama :)

Kali ini, gue pengen mengajak semua umat Muslim, khususnya yang berada di kota Bandung, untuk ikut menyemarakkan pawai penyambutan Ramadhan yang diselenggarakan oleh Panitia Pelaksana Program Ramadhan (P3R) Salman ITB 1436H. Insya Allah acara ini akan dilaksanakan besok, hari MInggu 14 Juni 2015, pukul 07.00 WIB s.d. selesai :)

Pawai Funway Ramadhan 1436H (14/6)

Pawai ini tidak lain dan tidak bukan bertujuan untuk menyemarakkan penyambutan Ramadhan sekaligus menyosialisasikan program Ramadhan yang ada di masjid Salman ITB. Tentu, H-4 Ramadhan membuat kita perlu untuk mempersiapkan diri, baik ruhiyah maupun jasmaniah. Nah, disinilah pentingnya saling mengingatkan. Bukannya Allah Swt. juga telah menyampaikan di surat Al-Ashr ayat 1-3? :)

"Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran." (Q.S. 103:1-3)

So, daripada hari minggumu ngejones seharian di kamar, nangis guling-guling gak karuan, mendingan gabung sama kita untuk menggelorakan Semangat Ramadhan 1436H :)

Selain dapat pahala, dapat teman baru, kita juga dapat barokah dari acara ini lhoo.. Insya Allah :D

Psst.., Setelah pawai selesai, tidak hanya disuguhi makanan dan minuman dari panitia. Tapi, kita juga bakal disuguhi pameran-pameran Ramadhan Nusantara lho di Masjid Salman ITB :D

Penasaran?? XP

Jadi, kamu mau tunggu apalagi? Segera persiapkan amunisi perangmu (Tjie! :D). Cukup membawa diri, pakai baju rapih, bawa sarung, baju batik, peci hitam (ikat kepala sunda - untuk ikhwan dan jilbab - untuk akhwat), celana rok (khusus akhwat), baju warna orange, putih, atau biru or batik (untuk akhwat). Simple kand? :)

Oya, Titik kumpul nanti di Lapangan Rumput Salman ITB.. Jangan nyasar lho ya XD

Yuuk Yuuk Yuuk.. Mari Kita Gelorakan Semangat Nusantara di Bumi Parahiyangan :D

#RamadhanNusantara #P3R1436H #FunWayRamadhan @agi_eka

Rabu, 10 Juni 2015

Meraih Keberkahan dalam Hujan Safir

RESENSI BUKU "HUJAN SAFIR"
Oleh : M. Ginanjar Eka Arli

Judul Buku       : Hujan Safir

Penulis             : Meyda Sefira

Tahun Terbit    : Februari, 2014

Tebal Buku       : xvi + 188 halaman

Penerbit           : McM Publishing

Harga               : Rp. 79.000,-

Selalu ada kisah dibalik sebuah peristiwa, baik kisah suka maupun duka. Kedua peristiwa tersebut diramu oleh sang Maha Pengatur dengan skenario-Nya hingga menghasilkan sebuah kenyataan yang kita alami saat ini. Begitulah jua yang dialami oleh salah satu makhluk-Nya yang bernama Meyda Sefira. Berbagai peristiwa dan skenario-Nya telah ia jalani sampai menjadi Meyda yang kita kenal hari ini. Dan segala kisah perjalanan hidupnya tersebut kini tertuang dalam buku autobiografinya yang bertajuk: "Hujan Safir."

Sebelumnya mari kita berkenalan dulu dengan wanita kelahiran Bandung ini. Meyda Sefira merupakan putri ketiga dari lima bersaudara yang dilahirkan oleh pasangan Ir. H. Irvin Murad dan Hj. Annie Maryani pada tanggal 20 Mei 1988. Semasa kecil, Meyda pernah tinggal di Ambon dan Surabaya, hingga akhirnya menetap kembali di Bumi Parahiyangan, Bandung. Meyda kecil merupakan salah satu anak yang pendiam. Dari kisah-kisahnya yang tertuang di awal buku ini, menggambarkan betapa penurut dan menggemaskannya Meyda ketika itu.

Semasa remaja sampai dewasa, Meyda mendapatkan banyak pembelajaran dalam nilai-nilai kehidupan dari Ibunya. Diantaranya, "Jika ingin mudah dikenal, jadilah pribadi yang unik."; "Dimanapun kamu sekolah, jadilah yang terbaik!"; dan lain sebagainya. Pembelajaran-pembelajaran tersebut disampaikan secara lugas dan renyah dalam buku ini. Pun dengan pembelajaran Meyda untuk menjadi pribadi yang mandiri dengan bekerja part time dan lainnya, sungguh sangat menginspirasi dan menggugah hati pembacanya.

Titik tolak kehidupan Meyda terletak pada saat ia mulai berhijab. Keinginan yang kuat dengan didasari niat yang tulus tersebut mengantarkan Meyda ke puncak kesuksesannya yakni menjadi bintang dalam Mega Film "Ketika Cinta Bertasbih." Ya, Meyda terpilih sebagai tokoh Ayatul Husna, bersama dengan teman-temannya yang lain yakni: Cholidi Asadil Alam (Khairul Azzam), Oki Setiana Dewi (Anna Althafunnia), Alice Sofie Norin (Eliana), dan Andi Arsyil Rahman (Furqon). Mereka berlima terpilih menjadi pemeran utama film yang diangkat dari novel best seller karya novelis no.1 Indonesia, Habiburrahman El Shirazy. Proses audisi dan karantina Meyda dalam buku ini diceritakan dengan sangat menarik. Hal-hal yang umumnya tidak kita ketahui, semuanya diungkapkan Meyda secara mendetail. Saya sarankan untuk membaca langsung agar tidak ada poin-poin yang terlewatkan :)

Tidak hanya berhenti disana, jalan mulus Meyda selanjutnya kembali terbentang. Setelah film KCB selesai, kembali Meyda ditawari menjadi pemeran dalam film-film layar lebar lainnya. Mulai dari "Dalam Mihrab Cinta", "Cinta Suci Zahrana", hingga beberapa sinetron dan serial televisi lainnya. Banyak hikmah yang bisa kita petik dari kisah tersebut. Salah satunya bahwa kerja keras yang kita lakukan hari ini insya Allah akan berbuah manis di hari yang akan datang.

Satu pelajaran moral yang juga dapat kita ambil dari buku ini yaitu bahwa di setiap peristiwa sesungguhnya selalu ada hujan, baik itu "hujan rahmat" maupun "hujan musibah. Bahkan sesungguhnya dalam hujan musibah atau ujian pun sebenarnya terkandung rahmat di dalamnya. Dengan ujian, kita akan semakin introspeksi diri. Dengan musibah, kita akan semakin dekat dengan Allah. Tidak ada tempat berlindung dan meminta selain Allah Swt. Allahu ash-shamad.

Lembar-lembar peristiwa dalam buku ini diberi judul "Hujan Safir" yang bermakna "Hujan" adalah rahmat, sedangkan "Safir" adalah filosofi dari keindahan. Jadikanlah hidup ini berkepribadian penuh rahmat dan indah bagi sekitar. Dalam istilah agama, rahmatan lil 'alamin. Itulah pesan utama yang ingin disampaikan oleh Meyda. Semoga Allah merahmati kita semua. Aamiin ya rabbal alamin.

Bumi Siliwangi, 10 Juni 2015.

Selasa, 09 Juni 2015

Memories of KKN #2 - Masa-Masa Persiapan

Di postingan sebelumnya, gue bercerita masa-masa pendaftaran KKN. Kali ini, gue pengen sharing tentang hal yang perlu dilakukan selanjutnya yakni: Masa-Masa Persiapan.

Setelah kalian tahu anggota kelompoknya masing-masing, hal pertama yang harus kalian lakukan adalah: Silaturahmi. Biasanya terdapat nomor kontak dari teman-teman satu kelompok kalian. Silahkan sms, berbagi info, kenal-kenalan, dan tentukan waktu untuk kalian kopdar (kopi darat). Bahasa lainnya mah, yaa kumpulan lah, untuk membicarakan perihal KKN ini lebih jauh lagi :D

Setelah kopdar telah ditentukan, hal yang harus dilakukan selanjutnya yakni tentukan struktur kelompok kalian. Adapun struktur kelompok gue ketika itu adalah sebagai berikut.

#Ketua Kelompok
Bertanggung jawab akan segala aktivitas kelompok. Mengatur anggota kelompok dan mengkoordinasikan segala kegiatna yang akan dilaksanakan oleh kelompok. Well, selayaknya tugas ketua pada umumnya saja.

#Sekretaris Kelompok
Bertanggung jawab akan tugas-tugas administrasi seperti persuratan, proposal, presensi, izin, undangan. dll. Selain itu biasanya juga dapat merangkap sebagai wakil ketua. Diutamakan wanita yang rajin dan gesit. Kenapa wanita? Karena wanita selalu benar. #Eh. Enggak ketang, biasanya karena wanita lebih rapih daripada pria. Itu saja.

#Bendahara Kelompok
Bertanggung jawab akan keuangan kelompok. Mengatur Rancangan Anggaran Biaya (RAB) kelompok, menentukan jumlah dana yang harus dikumpulkan oleh tiap-tiap orang, dan mengatur biaya yang akan menjadi pengeluaran kelompok seperti baju/kemeja kelompok, spanduk, makan, minum, biaya kontrak rumah, biaya sewa barang-barang, biaya kegiatan, dan lain sebagainya. Diutamakan wanita kembali, karena mereka biasanya lebih teliti dibandingkan kaum adam.

#Koordinator Acara
Bertugas membagi PJ-PJ tiap kegiatan pada orang-orang. Mengkoordinir setiap acara agar terealisasi dengan baik. Membantu membuat laporan kegiatan acara bersama sekretaris dan ketua kelompok.

#Koordinator Humas
Bertugas untuk menghubungi pihak-pihak yang diperlukan dalam acara. Biasanya tamu undangan, perizinan tempat, masyarakat sekitar, dan lain sebagainya.

#Koodinator Personalia
Bertugas untuk membuat piket dan mengontrol jadwal pelaksanaannya. Adapun piket yang sering dilakukan yakni: Piket jaga rumah, piket masak dan beli bahan makanan ke pasar, serta piket jaga malam. Khusus yang terakhir biasanya dilaksanakan bersama-sama oleh semua pria.

#Koodinator Keamanan
Bertugas untuk menjaga ketertiban dan keamanan di rumah kontrakan. Bisa juga diberdayakan ketika pelaksanaan acara agar tidak terjadi kerusuhan dan hal-hal lain yang tidak diinginkan. Biasanya dipegang oleh seorang pria dengan dibantu oleh pria-pria lainnya. Selain itu juga, keamanan membantu anggota yang lain untuk meminimalisir adanya kehilangan atau kerusakan barang selama KKN berlangsung.

Pada umumnya, bagian-bagian yang diperlukan adalah seperti itu. Adapun pengembangannya, bisa fleksibel dan dikembalikan pada kebutuhan kelompoknya masing-masing kembali :)

Kalau misalkan struktur kelompok sudah fiks, tugas selanjutnya yakni melaksanakan survey tempat tinggal dan daerah KKN, silahkan ketua kelompok mengajak koordinator acara, humas, dan keamanan, agar tergambar kemungkinan-kemungkinan program yang akan dilaksanakan, orang-orang penting yang akan berhubungan secara intensif dengan kelompok kita, dan juga keamanan lingkungan sekitar tempat tinggal kita. Pelaksanaan survey ini juga fleksibel sebenarnya. Jika dibutuhkan, boleh" saja kalau semua anggota kelompok mau berangkat dulu untuk survey :)

Kalau misalkan survey telah dilakukan, maka bendahara mulai membuat RAB bersama-sama yang lain dan tentukan jumlah uang yang harus disimpan selama pelaksanaan KKN ini. Standarnya sih untuk hidup selama 40 hari termasuk biaya makan, tempat tinggal, dan kegiatan, minimal 500.000 - 1.000.000 sudah dapat mencukupi. (Khususnya untuk yang tempat tinggalnya agak jauh dari Bandung, ongkos kendaraan dihitung masing-masing).

Jangan lupa juga, barang-barang yang biasanya wajib dibuat seperti spanduk (2 buah untuk di depan posko tempat tinggal dan juga balai desa) serta plakat KKN (untuk perpisahan nanti). Contoh spanduk yang kemarin gue buat adalah sebagai berikut.

Contoh Spanduk KKN Tematik POSDAYA UPI
Sebenarnya desain mah dibebaskan dari LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat) UPI. Tapi, untuk format pada umumnya mah seperti itu. Mangga bisa dipersiapkan dan dibikin pada tempat-tempat yang memberikan promo. Biasanya mah di Kopma BS UPI bisa sampai 15.000/meter. Entahlah, Mudah-mudahan sekarang belum naik lagi harganya.. #Promosi.. Hehe :D

Well, untuk masa-masa persiapan mungkin itu yang perlu kalian siapkan. Adapun hal teknis lainnya seperti diklat KKN, koordinasi dengan teman-teman, pemilihan koordinator kecamatan dan koordinator kabupaten, itu mah bisa sambil menyesuaikan saja. Oya, satu pesannya lagi: Kalau bisa setiap kelompok ada kendaraan yang standby ya di poskonya masing-masing. Untuk mempermudah mobilitas dan juga kebutuhan transportasi kelompok ketika sedang ada acara-acara penting juga soalnya. Hehe

Semoga bermanfaat.. Insya Allah besok kita sambung lagi cerita suka-duka KKN na ;)

#KKNTematikUPI #MasaPersiapan @agi_eka

Memories of KKN #1 - Masa-Masa Pendaftaran

Beberapa hari yang lalu warga UPI, khususnya mahasiswa tingkat 3, dibuat gempar oleh salah satu pengumuman. Ya, sebuah mata kuliah yang disebut-sebut juga sebagai liburan 2 sks yakni: KKN (Kuliah Kerja Nyata).

KKN merupakan salah satu mata kuliah dimana kita belajar mengaplikasikan pengetahuan yang kita miliki selama di perkuliahan pada kehidupan nyata. Disana kita belajar untuk bersosialisasi, mengajak warga aktif berpartisipasi dalam setiap kegiatan kita, dan juga melaksanakan "misi" yang diberikan oleh Ibu-Bapak Guru dosen kita. Misi-misi tersebut dibagi menjadi beberapa tema yakni: KBL, KF, LH, MBS, PAUD, dan POSDAYA.

#KBL (Kearifan Budaya Lokal)
Merupakan salah satu tema dalam program KKN Tematik UPI. Inti utama pada program ini adalah bagaimana kita mengenalkan dan melestarikan budaya-budaya lokal yang terdapat pada lingkungan kita. Khusus di UPI, artinya kita lebih menekankan pada budaya sunda. Biasanya tempat yang tersedia ada pada daerah Kabupaten Bandung dan sekitarnya.

#KF (Keaksaran Fungsional)
Merupakan salah satu tema dalam program KKN Tematik UPI. Inti utama dari program ini adalah bagaimana kita memberantas buta-huruf pada warga sekitar. Adapun program-program yang dilakukan seputar mengajarkan calistung (baca-tulis-hitung) pada masyarakat yang belum terampil dalam bidang tersebut, Bisa kepada anak-anak, remaja, bahkan orang tua. Biasanya tempat yang tersedia ada pada daerah-daerah yang cukup jauh dari Bandung. Salah satunya yakni: Subang.

#LH (Lingkungan Hidup)
Merupakan salah satu tema dalam program KKN Tematik UPI. Inti utama dari program ini adalah bagaimana kita mencoba melestarikan alam dan mengadakan program-program yang berkaitan dengan hal tersebut. Biasanya tema LH merupakan salah satu yang cukup "santai" dan tidak terlalu membebani kelompok. Pun dengan tempat, biasanya LH terdapat pada daerah-daerah di sekitar Bandung.

#MBS (Manajemen Berbasis Sekolah)
Merupakan salah satu tema dalam program KKN Tematik UPI. Inti utama dari program ini adalah bagaimana kita menambah kualitas dalam manajemen sekolah. Program-program yang dilaksanakan seputar bantu-bantu dalam perpustakaan sekolah, membuat seminar untuk guru-guru, ikut serta dalam kegiatan sekolah, dan lain sebagainya. Biasanya MBS terdapat pada tempat-tempat sekitar Bandung, khususnya dekat dengan UPI dan wilayah kosan mahasiswa.

#PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini)
Merupakan salah satu tema dalam program KKN Tematik UPI. Inti utama dari program ini adalah bagaimana kita membantu masyarakat dalam program PAUD. Dalam program ini, mahasiswa dituntut untuk berbaur dengan banyak anak kecil, membantu PAUD-PAUD di sekitar daerah mereka, dan membuat kegiatan-kegiatan untuk meningkatkan kompetensi guru-guru PAUD maupun berbagai perlombaan bagi anak"nya PAUD. Biasanya PAUD terdapat pada daerah yang tidak terlalu jauh dari Bandung, bisa di kota maupun di Bandung coret (baca: Cimahi).

#POSDAYA (Pos Pemberdayaan Keluarga)
Merupakan salah satu tema dalam program KKN Tematik UPI. Inti utama dari program ini adalah bagaimana kita bisa memaksimalkan potensi dari daerah tempat kita berdomisili dengan memanfaatkan masyarakat sekitar. Ada 5 bidang yang harus ditekankan dalam kegiatan POSDAYA, yakni: Pendidikan, Kesehatan, Keagamaan, Ekonomi, dan Lingkungan. Pada dasarnya, setiap daerah memiliki potensinya masing-masing. Maka, pilihlah satu bidang yang menjadi kekuatan utama daerah tersebut, misalkan: Pendidikan. Sementara bidang yang lain menjadi penunjang untuk kegiatan utamanya. POSDAYA merupakan tema yang paling banyak disebar, baik di Bandung maupun luar Bandung. Biasanya daerah yang habis pertama kali adalah di sekitar gerlong, Garut, Tasikmalaya, menyusul selanjutnya Lembang, Sumedang, Kab. Bandung, Purwakarta, Ciamis, dan terakhir.. Indramayu.

Pendaftaran program KKN pada dasarnya memakai sistem "Siapa Cepat Dia Dapat." Mahasiswa diminta untuk login pada waktu-waktu tertentu, kemudian memainkan tangan dengan kecepatan cahaya hingga terbooking tempat KKN yang diinginkan. Tahun 2013, pendaftaran KKN dibuka pukul 19.30. Tahun 2014, pendaftaran dibuka pukul 16.00. Sementara Tahun 2015 ini, pendaftaran kembali dibuka pukul 16.00 dengan pendaftaran tambahan di hari kedua.

1 desa biasanya ditempatkan oleh 10-11 orang dengan porsi 3-4 orang laki-laki dan 4-7 orang perempuan. Tahun kemarin, pada awalnya gue mendapatkan tempat "zonk" yakni di Indramayu. Alasannya sederhana: Karena gue gak mau ikut ber-riweuh ria bersama yang lain pukul 16.00. Alhasil, pukul 16.45an gue tinggal mendapat daerah-daerah sisa.. Huehehe.. :P

Adapun anggota kelompok gue ketika itu terdiri dari berbagai fakultas, yakni: FPMIPA, FPBS, FIP, FPOK, dan FPTK. Dengan keanggotaan sebagai berikut.

Anggota Kelompok KKN Gue, Dengan tempat belom dipindah. Masih di Losarang, Indramayu :D
Dengan berbagai latar belakang, kelompok gue terdiri dari 4 orang cowo dan 6 orang cewek. Yah, sebagian besar memilih Indramayu karena "telat daftar", sementara yang lain mendaftar tempat itu karena dekat dengan rumah mereka. PS: Beberapa anggota gue orang Majalengka dan Cirebon. Hoho.. :D

Jujur, gue kangen dengan mereka. Meskipun masa KKN cuma 40 hari, hanya saja masa-masa berkegiatan, tinggal seatap, dan menjalani suka-duka bersama itu sangat berkesan. Makanya ada yang menyebut KKN juga sebagai ajang pencarian keluarga baru dan juga pacar baru.. #Eh

Sedikit tips n trik untuk adik-adik yang selanjutnya mau KKN, pertama pendaftaran KKN biasanya tidak memakai sistem bookingan di luar jadwal. Jadi kalau ada yang curiga, beberapa instansi booking duluan karena urusan kegiatan politik dan sebagainya, biasanya sih itu tidak berlaku. Semuanya sama, hanya keberuntungan dan juga kegesitan mereka saja yang menyebabkan mereka dapat di tempat yang tepat dan terjangkau dari kampus :)

Untuk itu, tips untuk kalian, silahkan persiapkan terlebih dahulu dari jauh-jauh hari, "Ingin KKN dimana sih saya?" Sok, tentukan daerahnya se-spesifik mungkin. Mulai dari nama desanya, kecamatan, kota/kabupaten, dan juga rencana cadangan lainnya. Karena ketika kita bingung selama 1 detik, di waktu itulah jatah kita langsung di "embat" sama orang lain. Jadi, jangan sampai menyesal yaa.. Perhatikanlah info resmi dari lembaga yang melaksanakan KKN ini, dan persiapkan diri untuk daftar KKN dengan standby laptop dan juga wifinya (Untuk sistem pendaftaran online) ;)

Nah, mungkin itu dulu yang mau gue sharing malem ini. Insya Allah info dan sharing kisah KKN selanjutnya akan gue lanjutkan di postingan selanjutnya. Stay tune guys! :D

#KKNTematikUPI #MasaPendaftaran @agi_eka

Sayembara Nama Kontributor Event "Kado Cinta" Uwais Indie

Kali ini gue pengen berbagi sedikit tentang sayembara yang terdapat pada salah satu penerbit self publishing. Mereka disebut dengan nama Uwais Indie Publisher :)

Logo Uwais Indie Publisher
Dari semua event yang gue ikuti, Uwais Indie merupakan salah satu yang unik. Pasalnya, event yang diadakannya cukup anti-mainstream dari event penerbit lainnya. Pertama, mereka tidak membuka sayembara untuk peserta tak terbatas dengan memilih beberapa puluh kontributor terbaik. Tidak! Tapi mereka lebih memilih membuat deadline untuk 200 peserta pertama yang mengumpulkan karya terbaiknya! #WoW

Bagi gue cukup menantang, karena lomba ini berkutat dengan waktu. Akhirnya mau gak mau, gue yang (biasanya) ngerjain event pas DL, jadi terpacu juga untuk mengerjakan karya di awal waktu.. Huehehe #JanganDitiru :P

Setelah terkumpul 200 kontributor, lantas Uwais Indie mengajak kembali kontributornya untuk memilih desain yang terbaik untuk dijadikan cover bukunya. Dari empat buah calon cover yang ditawarkan, akhirnya voting menentukan cover berikutlah yang disepakati untuk dijadikan cover buku event kita :)

Cover Buku "Kado Cinta"
Oya gue hampir lupa. Jadi event yang diadakan oleh Uwais Indie Publisher ini merupakan sayembara puisi dengan tema "Kado Cinta." Peserta akhirnya berlomba-lomba membuat karya terbaik untuk dijadikan "Kado" special kepada orang-orang tercintanya. Beberapa anak Al-Qolam (salah satu UKM yang gue ikuti di UPI) pun tertarik untuk mengikutinya. Animo dari peserta cukup tinggi, dan.. Gue cukup salud disitu. *Prok Prok Prok

Yang patut diacungi jempol juga, karena penerbit Uwais Indie ini sangat interaktif dengan followernya. Gue agak curiga, sepertinya orang yang menjadi adminnya ini masih relatif muda ya.. Huehehe :D

Hanya saja, kalau masalah gender jangan ditanya dhe.. Gue sendiri sering diragukan gendernya kalo ngebales sms dari orang lain.. #Eh :P

Nah, kali ini Uwais Indie Publisher mengadakan sayembara kembali untuk 17 nama yang akan ditempatkan di sampul bukunya, baik depan maupun belakang. Bagi 2 orang yang membagikan status Uwais Indie dan mendapatkan like terbanyak, akan ditempatkan namanya di cover depan bukunya. Sementara 15 orang lainnya akan disematkan di cover belakang. Menarik kand? :D

Selain itu, untuk yang memesan preorder bukunya (seharga Rp. 45.000,-) dan menjadi 5 orang yang transfer pertama kali, akan mendapatkan gratis buku dongeng anak. Cara pemesanannya pun mudah, cukup SMS dengan format : Kado Cinta # Nama Lengkap # Alamat Lengkap # Jumlah Pesanan, kirim ke 082 33033 5859.. Atau boleh juga kirim ke inbox fb Uwais Indie Publisher dengan format yang sama.. Asik kand? :D

Ehm, terakhir. Kebetulan gue pun sedang mencoba mengikuti sayembara tersebut. Karena itu, dimohon untuk dukungannya ya dengan cara klik link berikut ini, kemudian like status gue dan bagikan ke teman-teman terdekat kalian. Gue mengucapkan terima kasih banget untuk kalian yang mendukung program ini, karena mendapatkan buku dengan nama gue terpampang di cover depan bukunya, merupakan salah satu cita" gue.. >.<

Sekali lagi, thanks berat ya untuk kalian semua, pembaca setia blog gue. Sampai bertemu di postingan selanjutnya~ ;)

Salam hangat,
@agi_eka