Selasa, 08 Mei 2012

Misteri Bakpao yang Hilang

Suatu malam, aku berjalan ditengah kesunyian. Melewati lorong-lorong yang gelap dan berliku tajam. Tujuanku hanya satu, aku ingin pergi ke tukang bakpau di ujung jalan Satria. Ya, bakpao disana memang terkenal lezat dan sudah terbukti kebenarannya.

Sebenarnya ada beberapa gosip miring yang mengatakan bahwa bakpao itu enak karena dagingnya terbuat dari daging manusia! Tapi apalah dayaku, perut yang lapar ditambah keinginan yang besar untuk makan bakpao, jdi ?
whateverlah! Aku memutuskan untuk pergi ke tukang bakpao tersebut.



Sesampainya di tukang bakpao tersebut, aku mulai memesan 1 kotak bakpao daging untuk dibawa pulang.
Dalam hitungan menit, sang penjual dengan sigapnya langsung mengambil, dan mengatur bakpao itu dalam 1 kotak yang cukup besar.



Setelah penuh aku melihat isi dalam kotak itu berjumlah 9 bakpao.
Akupun membayar sejumlah uang dan langsung keluar dari toko itu, berjalan melintasi dinginnya malam.



Di depan jalan Satria itu tiba-tiba saja aku kedinginan..
"Ya ampun, enaknya mah dingin-dingin gini langsung makan yang anget-anget kand?"

aku tergoda untuk membuka kotak bakpao tersebut.
Ketika aku membukanya aku sangat terkejut karena ternyata bakpao itu hilang satu buah!

"Wah kemana ini bakpaonya?? Kok bisa ilang ya?? Kayaknya tadi di toko liat masih 9, kenapa sekarang tinggal 8 ya??" batinku dalam hati

"Ah ya sudahlah, mungkin tadi aku hanya salah itung.." jawabku sekenanya

Aku kembali berjalan melewati persimpangan pertama, di ujung jalan itu aku mencoba mengintip kembali kotak bakpao-ku
"HAH?? KOK BAKPAO-KU TINGGAL 7 ???"

Aku bingung dan berfikir sejenak . Apakah yang menyebabkan bakpau" ini hilang?Apakah ada sesosok makluk gaib yang tinggal di sepanjang jalan ini dan gemar memakan bakpau?? Atau jangan jangan gosip itu benar, ADA ROH GENTAYANGAN YANG MENGEJAR DAGINGNYA !!Aku mempercepat langkahku dan berjalan melewati persimpangan selanjutnya..
Ketika aku mengintipnya ternyata BAKPAONYA HILANG 1 LAGIII !!!
Kucoba sedikit berlari melewati 1 persimpangan lagi, tiba-tiba kutemukan BAKPAOKU TINGGAL 5 !!
Badanku langsung merinding dan bulu kudukku berdiri. Hembusan angin malam menambah suasana semakin tidak karuan.

"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!"
Aku berteriak dan berlari sekencang-kencangnya hingga sampai di rumah.

Dengan takut-takut aku mencoba membuka kembali kotak bakpauku.. dan ternyata...
SEMUA BAKPAONYA HILANG !!!



Kepalaku tidak bisa berfikir jernih. Pikiranku tak tentu arahnya.
Emosiku sudah memuncak, ditambah dengan keadaanku yang sedang lapar dan juga rasa takut yang mencekam,,
Aku hampir saja ingin melempar kotak bakpao itu ke permukaan tanah.

Ketika aku sadari..

SEBUAH FAKTA YANG MENGEJUTKAN !!



......



TERNYATA BAKPAU ITU MENEMPEL DI TUTUP KOTAKNYA !!!








........serem gk ceritanya?

inspirated by: GTO

Tak Mungkin Kembali

Cerita ini berawal dari masa-masa SMP, masa dimana aku lagi nakal"nya (jujur :D)
Siang itu ketika aku sedang berada di warnet, kalau tidak salah c itu sekitar hari jum'at siang sehabis jum'atan, tiba" saja hp q bergetar. Aku masih memakai hp Nokia 2280 ketika itu, maklum hp jadul, dan memang belum banyak digunakan fungsinya. Ketika aku melihat layar itu ada sebuah pesan yang baru saja kuterima. Pesan itu kurang lebih bertuliskan "Haaaaiiii~, ni agi yaa???". Aku terdiam sesaat. Ku cermati nomor yg mengirim pesan tsb. 0852XXXXXX. "No As ?" pikirku dalam hati. "Siapa ya kira-kira? kok gk ada namanya" Setelah memikirkan beberapa saat, aku memutuskan untuk membalasnya.. "Maaf, ini siapa ya?". Send. Beberapa saat kemudian ada sms balasan "Hahahahaha.. coba tebak! Kalo bener nanti aku kasih tau!". Makin bingung aku membaca sms itu. Lalu aku balas lagi "Hmmm siapa ya? Gak tau nih akunya.. emang kamu siapa?" "Huuuu, ini aku Wati! :D Inget gk??" Hmmm aku mengingat-ingat siapa teman ku yg bernama Wati,, tapi aku masih belum mempunyai gambaran apa-apa.. Mungkin namanya cukup asing karena aku sudah lama tak mendengarnya juga tak berjumpa dengannya. Jadi kuputuskan saja untuk berpura" tahu terlebih dahulu tentang dirinya. "Ooooh Wati ya! Tau nomor aq darimana Wati?" "Iyaaa aku tau nomor kamu dari temen sekelas kamu si Rahman! :D" "Waah gitu ya? hehe terus skrg gmn? Kamu sekolah dimana?" "Iyaa aku masih sekolah di Belanda nih, gk pindah" :p Kalo kamu pasti di SMP 4 ya?" "Ya iyalah, namanya jg sekelas sama si Rahman itu.." "Oh iya ya.. hehe . Oya gi, nanti di sambung lg ya smsnya, aq mau bantu ibu dulu nih :)" "Ow okeoke. sep :)". Selesailah perkenalan kembaliku dengan si Wati itu.

Semenjak itu, kami jadi sering sms-an, bertukar pikiran, pendapat, cerita-cerita, dsb. Dari kisah-kisahnya, akhirnya aku mengetahui kalau ternyata dia itu sahabatku semasa SD dulu. Kenapa aku bisa lupa ya dengan dia?? Mungkin saja karena aku dulu terlalu asik bertemu dengan permainan baru, "Game Online", lalu dengan suasana dan lingkungan yang baru yang mungkin sedikit membuatku terlena dan melupakan masa" kecilku. Maklumlah, sekuat"nya ingatan kita kand pasti punya kekurangan juga.. ya gag?

Beberapa waktu berlalu, akhirnya ia mengajakku ketemuan. Karena waktu itu dia jg sedang ingin berjalan-jalan ada keperluan di karang, akhirnya kami memutuskan untuk bertemu di gramed, karena tempatnya juga cukup dengan tuh dengan sekolahku. Hari itu Selasa (kalau tidak salah), sepulang sekolah aku langsung menuju ke gramedia bookstore bersama dengan temanku Andrian. Kami sampai terlebih dahulu di gramed, sedangkan si Wati sedang dalam perjalanan ketika aku sms dia. Hatiku dag dig dug, entah knp ya? kalau lagi gelisah, takut, gemetar, menunggu sesuatu yang tidak pasti itu selalu saja begini, seperti halnya kalau akan ditunjuk untuk maju dengan guru. Akhirnya setelah beberapa saat berlalu, Wati memberitahu bahwa ia baru saja sampai di Gramed. Aku dan Andrian dengan HHC (Harap Harap Cemas) menunggu di lantai 2. Wati sms lagi "Kamu dimana? Aku dibagian novel-novel nih". Kulihat dibagian novel-novel itu,setelah beberapa saat sepertinya aku bisa melihat Wati. Tapi aku ragi apakah itu benar dia atau bukan? Kemudian ia berjalan ke arah kumpulan buku-buku komik. Tiba-tiba saja hp q bergetar "Aku di bagian komik sekarang". Wah apakah itu benar Wati atau bukan ya? Hatiku ragu-ragu bercampur malu untuk menegurnya duluan. "Udah gi! Sana samperin aja dy nya, masa lo mau nunggu terus disini? Tuh liat dy jalan lagi! Ntar keburu perig lho orangnya!" Hmm kata" si Andrian ini benar juga pikirku. Akhirnya ku beranikan diri untuk menyapanya, dengan modal nekad karena takut salah orang juga c. "ehm.. Wati ya?" Kataku pelan. Dia menengok dan melihatku. "Iya, Agi kand?" "Wah beneran.. hhe maaf ya lama, abisnya aku tadi takut salah." "Iya gpp kok, sebenernya aku juga tadi itu udh ngeliat kamu lho, lucu deh aku perhatiin kamu mondar-mandir ngeliatin aku dari jauh sama temen kamu tapi gk pernah negor.. hihihi". Waduh, ternyata dia memang sudah melihatku saat itu? Jadi malu sendiri skrg akunya.. "Hehe iya abisnya takut salah c.." "Hmm yaudah deh gpp, eh maaf ya gi, aku harus langsung pulang nih. Udah sore, abisnya kamu juga lama sih tadi negurnya.. huhh" "Oh iya deh gpp ti, makasih ya udh nyempetin waktu buat ketemu sama aku." "Hehe iya gi, sama-sama. Yang penting kita udah pernah ketemu, jadi nanti jangan salah lagi ya kalo mau ketemuan lagi!" "Oke boss" jawabku. Kemudian ia berlalu pergi meninggalkan aku dan Andrian di Gramed. Tiba" Andrian menghampiriku "Gimana gi? Sukses ngobrolnya?" "Iya yan, makasih ya udh nemenin gw hari ini, yuk maen dulu ke Squid" "Yuk" Dan kami bermain game online seperti biasanya di Squid Net.

Cerita Cinta SMA

Cerita ini gue buat ketika gue baru aja lulus dari SMA dan masuk ke PTN.. Mungkin ceritanya sedikit jadul, bahasanya sedikit baku.. tapi ya mudah"n bisa dinikmati sama semuanya :-)

=======================================================================


Judul : Cerita Cinta SMA
Pengarang : M. Ginanjar Eka Arli





"Aku terpaku melihat senyum manis bibirnya.. Oh Tuhan, inikah cinta?"

                                                          ***

Namaku Adi. Aku bersekolah d SMA Negeri 1 Kotabumi. DI sekolah inilah aku pertama kali bertemu dengan Fia. Ya, dia adalah wanita pertama yang aku cintai. Pertemuan pertamaku dengannya adalah saat d kantin mami. Ketika itu kami sama-sama memesan "Susu Coklat", hanya saja ternyata stok susu di tempat mami tinggal 1 bungkus, akhirnya aku mengalah dan membiarkannya membeli susu tersebut dan pergi setelah mengucapkan terima kasih kepadaku. Dari situ aku mulai memperhatikannya.

Setelah beberapa bulan berlalu semenjak kejadian di kantin mami itu, aku jadi mengetahui bahwa ternyata banyak sekali kesamaan antara aku dengan Fia. Ia ternyata sama-sama penggemar susu coklat sepertiku, kamipun sama-sama menyukai novel-novel misteri karya Agatha Christie dan Conan Doyle. Selain itu ternyata rumahku dengannya pun hanya terpaut 1 blok saja! 2 Tahun aku mengenalnya tapi ternyata aku tidak pernah sadar bahwa rumah kami dekat sekali. Pantas saja beberapa kali aku sering melihat dia naik angkutan umum yang searah dengan rumahku.

Di kelaspun, aku termasuk pendiam. Beda dengan Fia yang sangat aktif bergaul dengan teman-teman sebayanya. Aku dan Fia bagaikan air dan minyak. Selalu berdampingan tapi tak akan pernah bersatu, Lagipula sampai kapanpun kurasa ia tidak akan pernah melirikku. Aku, lelaki pendiam dan norak ini ingin bersanding hidup dengan seorang Fia yang aktif, cantik, dan primadona sekolah kita? MIMPI !!

Semua rasa itu akhirnya hanya kusimpan saja sampai kelulusan kita berdua. Tibalah saat-saat genting yang kedua, yaitu Tes Penerimaan Mahasiswa Baru di Universitas-Universitas Negeri. Disinilah semua murid-murid ingin berusaha sebaik mungkin agar dapat diterima di Universitas Negeri yang mereka impi-impikan. Untuk belajar ditempat yang lebih baik, membawa nama baik keluarga serta daerah. Dan tentunya sebagai salah satu batu pijakan untuk menggapai cita-cita mereka.

Aku mengambil insiatif mendaftar suatu bimbingan belajar agar dapat fokus pada SNMPTN itu, Betapa kaget hatiku, ternyata Fia juga mendaftar ditempat aku bimbel! OMG, hatiku cemas dan tak karuan begitu tahu bahwa ia pun 1 kelas lagi denganku. Barulah di sana kami berdua dapat bertegur sapa. Kami bercerita banyak tentang pengalaman kami. Tidak disangka-sangka, ternyata dia orangnya begitu terbuka, bahkan denganku yang baru sekali ini diajak bicara. Kami saling bertukar pikiran, tentang pelajaran, hobi, serta keluarga. Dari situ aku mengetahui lebih jauh lagi tentang keluarganya. Ternyata dia termasuk anak dari keluarga Brocken Home. Di depan saja dia berlaku ceria, ramai, dan anak yang gaul, akan tetapi dibalik semua itu ia tetap seorang anak perempuan yang rapuh. Aku dapat mengerti perasaannya karena akupun pernah mengalami hal seperti itu.

Akhirnya tibalah masa-masa ujian. Kami tidak bertemu karena tempat ujian kami berbeda. Setelah itu kamipun tidak pernah berkomunikasi lagi, dari berita yang aku dengar, ia berhasil masuk salah satu perguruan tinggi favorit se-Indonesia. Aku merasa bangga karena ia dapat mengukir prestasi yang begitu gemilang di bandingkan aku.
Ya, aku hanya berhasil tetap di daerahku saja, tidak beranjak kemana-mana dan tetap Adi yang dahulu.
Aku sedikit menyesal, kenapa aku tidak pernah mengungkapkan perasaanku kepadanya? Setidaknya aku dapat mengetahui apakah dia menyimpan perasaan yang sama atau tidak terhadapku..

Tapi yang jelas, cinta adalah cinta. Mungkin memang kita terlalu dini untuk mengenal cinta. Tapi untuk mengenal rasa kasih sayang, tidak pernah ada kata terlambat. Dan aku bangga karena pernah menjadi bagian dari hidupnya. Sebagai sahabatnya yang begitu ia percayai. Dan semoga saja suatu saat aku bisa bertemu lagi dengannya untuk mengungkapkan perasaanku ini kepadanya.

                                                            -THE END-

Kisah Tyas Dan Lumba-Lumba

Cerita ini terinspirasi dari mimpi gue, hahaha #gak tau kenapa gue bisa bermimpi seperti ini?
Konsepannya itu tokohnya adalah temen-temen gue dari SMA, dan kepribadiannya di sesuaikan dengan kepribadian dan kemampuan dari mereka. Sok atuhlah di baca geura.. Semoga pada suka dengan ceritanya :-)

=======================================================================




Judul : Kisah Tyas dan Lumba-Lumba
Pengarang : M. Ginanjar Eka Arli




Alkisah di suatu negeri antah berantah, hiduplah seorang gadis cantik bernama Tyas . Ia di berkahi suatu kemampuan khusus yang sangat jarang sekali ditemukan, yaitu: Berbicara dengan hewan . Ya, tyas dapat berbicara dengan semua binatang, mulai dari marmut, kucing, anjing, burung. hingga binatang yg hidup di air yaitu lumba-lumba.

Suatu hari, ia mendengar kisah bahwa di negeri tetangga ada seorang penguasa yang kejam. Sebutlah dia Habib. Habib mempunyai seorang anak buah yg bernama Neri. Neri adalah ahli membuat kapal di kelompok Habib. Ia membuat suatu kapal bernama Going Neri yang dapat mengarungi samudera manapun yang ia mau. Dengan kapal inilah Habib membuat suatu proyek yaitu 'Menangkap Lumba-Lumba' . Ya, Habib ingin menangkap lumba-lumba itu untuk menjadi bahan eksperimen jahatnya. Ia bermaksud membuat serum lumba-lumba agar ia dapat memancarkan sinar infrasonik dan berbicara dengan anak buahnya tanpa harus berteriak dengan keras. Jadi, bagi orang-orang yg telah meminum serum tersebut, ia akan dapat mendengar suara Habib bergema di seluruh daratan yg luas ini.

Berita ini sampailah ke Tyas. Ia tidak habis pikir, ada orang yg begitu kejam dan tega untuk menyakiti lumba-lumba!Akhirnya ia memutuskan untuk menyelamatkan semua lumba-lumba tersebut. Ia berencana untuk mengajak beberapa orang untuk turut serta dalam misi menyelamatkan lumba-lumba ini. Terlintaslah beberapa orang di pikiran Tyas:

1. Dyanti sang ahli karate. Ia mampu memecahkan 20 tumpuk genteng dengan 1 jari. Dan tendangannya mampu membuat orang terlempar sejauh 100 meter.

2. Prayoga sang ahli berpikir cepat. Ia mampu menyelesaikan 100 soal hanya dalam waktu 10 detik. Seorang pemikir yang handal nan jenius dan memiliki IQ 400.

3. Dito si penjual pastel. Memang sekilas kelihatannya ia tidak mempunyai kemampuan apa", tapi di balik kemampuan penjualannya itu, ia dapat memasok makanan dan menjual 1000 pastel hanya dalam waktu 10 hari. Kemampuannya untuk berkomunikasi dengan orang-orang dan mengumpulkan informasi sangatlah berguna. Selain itu juga ia dapat membuat racikan-racikan pastel dengan berbagai fungsi yang akan berguna sebagai bekal dalam pertempuran nanti.

4. Apry sang wonder woman. Ia adalah wanita pemberani yang Tyas kenal. Selain ia mampu menyelesaikan berbagai tantangan, ketangguhannya dalam berkelahi pun tidak bisa di anggap remeh. Ia termasuk ahli Aikido, Judo, dan Taekwondo. Salah satu master terbaik yang pernah dimiliki umat manusia saat ini.

5. Agi sang pecinta buku. Ia mampu membuat imajinasinya menjadi kenyataan. Dengan berbagai pengetahuannya tentang dunia komik dan juga novel, akan mengembangkan imajinasinya dan membuat berbagai hal menjadi nyata.

Setelah yakin, Tyas segera mengumpulkan orang-orang tersebut dan menyampaikan niatnya untuk menyelamatkan lumba-lumba serta mengalahkan sang pemimpin Habib. Lalu Tyas pun mulai membagi tugas masing". Apri dan Dyanti akan menghadang anak buah Habib yang menghalangi jalan. Agi, Dito dan Yoga akan mengalahkan Neri serta kapal legendaris Going Neri. Kemudian Tyas akan berhadapan sendiri dengan Habib dan menyelamatkan lumba-lumba.

Rabu, 02 Mei 2012

Antara Gajah, Ikan Teri, Sepatu, Ban Dalam, Balap Karung, dan Gondrong

Ketika membaca judul di atas, apa yang terlintas di fikiran kalian?

Bingungkah??
Memangnya apa hubungan dari berbagai kata di atas ya??

Jadi ceritanya gini, ketika di pertemuan binder kemarin, kita di tantang untuk membuat suatu kalimat yang mengandung unsur: kasih sayang. Dan tentunya kalimat tersebut harus memuat unsur-unsur tersebut yaa..

Dan alhamdulilahnya, kelompok gue dapet juara pertama dengan nilai tertinggi yaitu 940 dari total 1000 point *prok prok prok (sesuatu banget ya?)

Bagi yang penasaran, beginilah kata-kata mutiara yang kami buat :)

#Quotes for today:

Hatimu mulus bagai ban dalam. Meski badanmu gemuk bagai gajah dan baumu seperti ikan asin, tapi kita tetap sahabat serasi seperti sepatu yang saling berpasangan, saling membantu walau kita sering terjatuh seperti saat lomba balap karung, dan persahabatan kita akan selalu terjalin layaknya rambut yang semakin hari semakin gondrong.

Sambil memikirkan kata-kata ini, sebenernya gue dapet suatu inspirasi.. Meskipun jauh dari tema kita, tapi yaa di sambung-sambungin aja lha yaa :D

#Gombalan hari ini:

Biarpun badanmu sebesar gajah ataupun sekecil ikan asin, tapi hatimu sehalus ban dalam. Dan walaupun rambutmu gondrong dan sepatumu kotor, tapi aku tetap mengejarmu seperti saat sedang mengikuti lomba balap karung.

Memang cinta membutuhkan pengorbanan yang sepadan untuk mendapatkan hasil yang setimpal.
#No Pain No Gain