Senin, 08 September 2014

[KABAR UPI 16]

PELANGI ISLAM UPI PROUDLY PRESENT
KAJIAN AKBAR UPI 16
"Gabung dengan Organisasi Keislaman? Why Not!?"


[Kabar UPI 16]
 
Kamu mahasiswa UPI?
Mau tahu seluk-beluk organisasi keislaman di UPI?
Yuk ikutan Kajian Akbar Universitas Pendidikan Indonesia!

Senin, 15 September 2014
Pkl 15.45 - 17.30
di Lantai Utama (Lt.2) Masjid Al-Furqon UPI
dengan tema:
"Gabung dengan Organisasi Keislaman? Why Not!?"

Pada kajian ini kita akan diajak berkenalan dengan Organisasi Keislaman UPI mulai dari: Al-Qolam, BAQI, Kalam, SCIEmics, Tutorial, UKDM, & UPTQ.

Bersama Eko Apriansyah, S.Pd. (Koordinator Forum Organisasi Keislaman UPI [FK Ormais UPI], Duta Bahasa Nasional 2013)

Hadir & ajak teman-temanmu ya.

Daftarkan dirimu dengan ketik,
Kabar UPI 16_Nama_Jurusan_No.Hp
Kirim ke 085774534416

# Pelangi Islam UPI #
|Al-Qolam|BAQI|KalamlSCIEm
ics|Tutorial|UKDM|UPTQ|

---------------------------------------------

Kabar UPI adalah kajian yang diadakan oleh Pelangi Islam UPI atau seluruh organisasi mahasiswa keislaman (ormais) UPI yang dikoordinasikan oleh Forum Komunikasi Ormawa Keislaman Universitas Pendidikan Indonesia (FK Ormais UPI). Kajian ini insya Allah akan berlangsung rutin setiap minggunya dengan tema yang beragam. Kajian ini GRATIS dan TERBUKA UNTUK UMUM.
Narahubung: 085722755767 (Eko Apriansyah)

Al-Qolam Selenggarakan Sayembara Menulis Cerpen dan Esai Nasional !!

Walaupun telat, tapi semoga bermanfaat :)

UKM KI Al-Qolam UPI Proudly Present
Sayembara Menulis Cerpen dan Esai Nasional 2014


Sayembara Menulis Cerpen dan Esai Islam Se-Nasional 2014
AL-QOLAM WRITIVATION FESTIVAL
UKM KI AL-QOLAM UPI

Ketentuan umum:
1. Naskah ditulis dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
2. Naskah orisinal’bukan jiplakan atau saduran’ dan belum pernah dipublikasikan di media cetak maupun elektronik serta tidak sedang diikutkan pada lomba lain.
3. Batas Penerimaan tanggal 15 September 2014.
4. Bergabung dengan Grup Facebook AL-QOLAM WRITIVATION FESTIVAL (AWF) dan Follow Twitter @alqolamupi.
5. Memiliki akun FB dan memposting info lomba ini di catatan Facebook masing-masing dengan tag minimal 15 orang teman.
6. Format penulisan menggunakan kertas ukuran A4, jenis font Times New Roman ukuran 12 margin semua sisi 3 cm dan spasi 1,5.
7. Naskah dikumpulkan dalam bentuk soft file dengan bertipe (.doc).
8. Jumlah halaman 5-8 halaman.
9. Peserta boleh mengirim lebih dari satu karya.
10. Peserta wajib mengisi formulir yang telah disediakan (Biodata Penulis), formulir dapat didownload di http://goo.gl/Ls0bLG
11. Karya dikirim via email ke awfalqolam.2014@gmail.com dengan subjek dan nama file Lomba-Cerpen/Esai_Judul Naskah_Nama Penulis, dengan melampirkan scan bukti pembayaran dan formulir pendaftaran.
12. Membayar biaya pendaftaran sebesar Rp. 25.000/karya via transfer Bank BNI Syariah Cabang Geger Kalong no. Rekening 0306 85 85 98 a.n. Elsa QQ UKM KI AL-QOLAM . Kode BNI Syariah 009. Pembayaran juga dapat dilakukan secara langsung dengan menghubungi Narahubung terlebih dahulu.


Ketentuan khusus:

Lomba cerpen:
Kategori Lomba:
1. Tingkat pelajar (dikhususkan SMA)
2. Tingkat Mahasiswa

Tema cerpen adalah “Kisahku Untuk Islam” .
Cerpen menceritakan kisah inspiratif dan memotivasi.

Kriteria penilaian:
1. ORISINALITAS : keaslian dan keunikan dari tulisan yang diusung, serta kesesuaiannya dengan tema
2.PENYAJIAN: Teknik penulisan dan kemampuan tulisan menarik perhatian pembaca
3.KEBAHASAAN: ketepatan penggunaan kaidah berbahasa, seperti EYD, kalimat efektif, dsb

Lomba esai:
Kategori Lomba: Tingkat Mahasiswa
Tema esai adalah Peran Muslim di Dunia Modern.

Kriteria penilaian:
1. Keaktualan tema
2. Penguasaan isi
3. Kelogisan penyajian
4. Keefektifan kalimat
5. Ketepatan ejaan dan tanda baca

Pemenang :
1. Cerpen
a. Mahasiswa
Juara 1 : Uang pembinaan Rp 750.000 + Piala Walikota Bandung+ Sertifikat.
Juara 2 : Uang pembinaan Rp 500.000 + Piala + Sertifikat.
Juara 3 : Uang pembinaan Rp 250.000 + Piala + Sertifikat.

b. Pelajar
Juara 1 : Uang pembinaan Rp 750.000 + Piala Rektor UPI+ Sertifikat.
Juara 2 : Uang pembinaan Rp 500.000 + Piala + Sertifikat.
Juara 3 : Uang pembinaan Rp 250.000 + Piala + Sertifikat.

2. Essai
a. Mahasiswa
Juara 1 : Uang tunai pembinaan Rp 750.000 + Piala Gubernur Jawa Barat+ Sertifikat.
Juara 2 : Uang tunai pembinaan Rp 500.000 + Piala + Sertifikat.
Juara 3 : Uang tunai pembinaan Rp 250.000 + Piala + Sertifikat.

Pengumuman Pemenang Lomba : 12 Oktober 2014
Pemenang sayembara ini akan diumumkan pada acara Al-Qolam Wrtivation Festival 2014 yang Insya Allah akan diselenggarakan di Gedung Kebudayaan UPI, Jalan Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung, tanggal 12 Oktober 2014.

Pengumuman pemenang juga akan kami informasikan di media sosial dan Web resmi alqolamupi.com setelah pelaksanaan acara tersebut. Bagi peserta yang memenangkan lomba tetapi tidak bisa mengambil hadiah pada acara puncak AWF, hadiah tetap kami antar ke alamat pemenang lomba menggunakan jasa pengiriman barang (JNE,POS, dll) dengan ongkos kirim ditanggung oleh pemenang.

PERHATIAN.
Untuk peserta AWF yang kesulitan transfer pendaftaran lomba, seminar dan yang lainnya harap perhatikan beberapa hal berikut :
1. Jika transfer melalui bank selain Bank BNI Syariah pastikan kode Bank BNI Syariah sudah tercantum sebelum pengiriman dilakukan. Kode Bank BNI Syariah : 009
2. Jika masih kesulitan transfer, harap membayar langsung ke bank terdekat.

Terima kasih.

Narahubung : Rahma 085795859809
Dini 089666936408
Grup Facebook : AL-QOLAM WRITIVATION FESTIVAL
Fanpage : fb.com/ukmalqolamupi
Twitter : @alqolamupi
Blog : alqolamupi.com

Aku Ingin Menulis!

Trek! Pelan tapi pasti kubuka laptop yang sedikit berdebu. Huufft~.. Butiran-butiran debu mulai beranjak pergi dari keyboard laptopku. Kuseka sedikit layarnya, kemudian ku tekan tombol on. Pets! Laptopku mulai menyala, menunjukkan tanda-tanda kehidupannya sebagai sebuah barang elektronik yang layak pakai.

Windows updating. Selalu saja. Ku tinggal sebentar laptopku, mengambil cangkir dan menyeduh secangkir kopi. Malam ini udara sedikit menggigit. Kuambil selimut kesayanganku, kuletakkan di bahu dan menutupi separuh badanku. 70%, masih cukup lama. Kuseruput kopi hangat yang baru saja kubuat sembari mengambil telpon genggam yang berada di sampingku. 10 pesan diterima, enam diantaranya dari operator. Selalu saja. Kuhapus pesan singkat tersebut dan kutatap kembali layar laptopku.

Preparing windows. Akhirnya. Jemari kuletakkan di atas tuts keyboard, tak sabar ingin segera menari disana. Beberapa saat kemudian layarku menyala kembali, menampilkan background kesayanganku. Kuhitung satu persatu wajah teman-teman SMA-ku. Mereka tidak banyak berubah, ujarku dalam hati.

Kuregangkan badanku sedikit, eemmhh.. Pikiran, oke. Badan, oke. Perut?
Krucuk.. Krucuk.. Oh tidak, sepertinya dia mulai lapar.

Kucari sesuatu untuk mengganjal perutku yang manja ini. Kripik pisang! Ahh.. Makanan yang sangat kusukai, lumayan untuk cemilan sebelum menonton film.. Eh, film?

Tidak, tidak.. Niatku membuka laptop ini adalah untuk menulis. Ya, menulis! Sudah lama tidak kutorehkan tinta hitam di atas kertas elektronik itu. Rasa rindu itu membuatku ingin bersua kembali dengan sobat lamaku, Melodi. Ya, itulah nama yang kuberikan untuk laptop kesayanganku.

Kugerakkan tangan Melodi menuju icon buku bertuliskan W. Ya, program yang telah dibuat si jenius Bill Gates dan diberi nama Microsoft Word. New document, open. Sepertinya kita sudah siap untuk memulainya. Rasanya aku sudah tidak sabar lagi.

Tapi.. tunggu, sepertinya masih terlalu sepi. Aku butuh sesuatu untuk menemani ku menulis malam ini. Baiklah... Ku buka kembali file explorer, mulai gundah gulana kembali hatiku. Music ataukah Video? Okeh, why not both? Ku cari folder Music Video yang terdiri dari ratusan file di dalamnya.

Baiklah, tantangan selanjutnya.. Lagu apakah yang akan kuputar lebih dahulu? Peterpan? Ungu? Atau... Ahh, sudahlah! Yang mana saja boleh.

Ku mainkan fungsi ctrl+A, lalu aku klik tombol enter. Semua file disana otomatis dimainkan dengan lagu pembuka utama dari ost. Digimon Adventure, Butterfly.

Jemariku menari seiring senandung lagu tersebut. "Wow.. Wow.. Wow.. Wow.. Wow.. Bisa dicapai, di langit ini.. Wow.. Wow.. Wow.. Wow.. Wow.." Entah kenapa aku malah jadi terlalu larut dalam lagunya hingga cerita yang ingin ku ketik belum lagi ku mulai. Lalu? Sepertinya aku harus langsung mengetik di blog sebelum aku lupa untuk membuat cerita tersebut.

Ku ambil modem di dalam tas biruku, langsung saja ku colokkan ke lubang USB. Trrt.. Melodi langsung menyambut harmoni yang datang menghampirinya. Harmoni? Ya, itu nama lain yang kuberikan untuk modemku.

Dengan cepat harmoni menyambungkan koneksi internet ke melodi. Ku buka website www.blogger.com, dan ku buka new post. Kupikirkan sejenak judul yang hendak ku ambil, tapi mungkin nanti saja. Apalah arti sebuah judul? Kata pujangga tempo doeloe..

Lalu, karakter.. Siapa nama yang mau kuberikan?
Ahh ya, dulu aku sempat mendapat saran bahwa nama tokoh yang mau kuciptakan itu bisa siapa saja. Cara mendapatkannya pun mudah, cukup buka facebook dan disana banyak nama yang bisa ku ambil..

Baiklah, akan kucoba..
Klik! Browser mulai berpindah tempat menuju situs facebook.com, terbukalah beranda dengan  beragam komentar di dalamnya. Ku intip notif-ku, 24! Sebanyak apa teman-temanku posting hari ini? Heran diriku. Selalu saja begitu..

Ku buka satu persatu pemberitahuan tersebut. Ku balas satu persatu yang entah kenapa mereka pun membalas kembali satu persatu. Ini tidak akan ada habisnya, pikirku dalam hati. Maka jalan satu-satunya yang dapat kuambil hanyalah menutup browser tersebut. Back to the write, batinku.
Kini kuacak-acak rambutku. Kutenggak habis kopiku. Dan kuhempaskan jauh selimutku. Ini saatnya, aku harus mulai serius! Ujarku kepada diri sendiri. Sebelum.. Tiba-tiba saja aku ingin ke kamar kecil.

Baiklah, tulisan bisa menunggu dua tiga menit lagi, kok. Maka ku tinggal sejenak aktivitas yang entah sudah dimulai atau belum tersebut.
Hufft. Lega diriku. Ku seka wajah dan jemariku. Siap perang kembali!

Tut.. Tut.. Melodi kelaparan. Ia butuh asupan energi segera. Baiklah, sabarlah sayangku..
Dengan sigap kuambil cash-an Melodi, kujulurkan tangan ke arah stop kontak dan... pets.

Bagus, ternyata malam ini giliran daerahku yang kebagian pemadaman listrik.
AAAARRGGGHHH!!! AKU HANYA INGIN MENULIS!!! !@&*(!^$@&^-+ %

Sabtu, 02 Agustus 2014

Bermain Game, Kenapa Tidak?


Bermain Game, Kenapa Tidak?
Oleh: Mochammad Ginanjar Eka Arli*

Dewasa kini, Indonesia dikatakan sedang mengalami krisis pendidikan karakter. Betapa tidak, hampir setiap harinya kita menemui berita-berita kenakalan remaja, penyimpangan seksual, korupsi, pencurian, dan kriminalitas lainnya di layar kaca kita. Lebih menyedihkan lagi bahwa pejabat negara kita pun ikut ambil andil dalam kasus tersebut. Dunia pun akhirnya menyematkan predikat “Salah satu negara terkorup di dunia” bagi Indonesia akibat tindakannya tersebut.
            Dalam mengatasi pelbagai permasalahan diatas, akhirnya pemerintah mengeluarkan kebijakan baru yaitu dengan menerapkan kurikulum 2013 sebagai acuan pengajaran di seluruh Indonesia. Kurikulum 2013 merupakan sebuah kurikulum yang mengutamakan pemahaman, skill, dan pendidikan berkarakter bagi para siswanya. Dalam kurikulum ini, siswa dituntut untuk paham atas materi, aktif dalam berdiskusi dan presentasi, serta memiliki sopan santun yang tinggi. Tiga hal penting yang dinilai dalam kurikulum ini meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikap.
            Secara konseptual, pendidikan karakter dalam kurikulum 2013 mengutamakan proses pendidikan formal oleh guru di sekolah, kemudian didukung pendidikan informal oleh orang tua di rumah. Proses pendidikan informal disini dapat berupa pendidikan sikap, agama, dan ilmu pengetahuan yang diajarkan melalui tauladan ataupun nasihat. Salah satu media yang dapat digunakan oleh orang tua untuk mengajarkan pendidikan karakter bagi anaknya yaitu game.
            Secara istilah, game atau permainan berarti barang atau sesuatu yang dipermainkan. Bagi anak-anak, barang yang dapat digunakan sebagai game dapat beraneka ragam, mulai dari bola sepak, kelereng, boneka, puzzle, playstation, hingga game online. Pada dasarnya, tidak setiap orang tua menyukai anak-anaknya yang gemar bermain game setiap harinya. Padahal, game pun memiliki sisi positif bagi anak-anak. Salah satu manfaat yang bisa didapatkan dari bermain game adalah sebagai berikut.

  1. Game mengembangkan kreativitas anak
Menurut Prof. Dr. Utami Munandar, kreativitas dapat diartikan sebagai ungkapan (ekspresi) dari keunikan individu dalam interaksi dengan lingkungannya. Kreativitas juga menunjukkan kemampuan seseorang untuk berinovasi atau menciptakan sesuatu yang baru. Bagi anak-anak, kreativitas bisa dimunculkan melalui kegiatan bermainnya. Permainan edukatif berupa catur, sudoku, ataupun rubik’s cube merupakan salah satu contoh media pengembangan kreativitas anak. Melalui permainan tersebut, anak dilatih untuk memecahkan permasalahan dengan menggunakan cara-cara yang unik dan jitu. Dengan begitu, kreativitas anak dapat terasah dan anak mampu untuk berfikir kreatif dan inovatif.

  1. Game meningkatkan otak kanan.
Secara umum, otak manusia dibagi menjadi dua bagian yaitu otak kiri dan otak kanan. Penelitian telah menunjukkan bahwa otak kanan adalah dimana berpikir kreatif dan intuitif berawal, sedangkan otak kiri lebih berkontribusi terhadap pemikiran logis atau penalaran matematika. Melatih otak kanan merupakan kegiatan yang merangsang setengah dari kreativitas otak manusia. Salah satu kegiatan yang dapat melatih otak kanan manusia yaitu dengan permainan atau game. Banyak permainan yang dapat digunakan untuk melatih otak kanan kita. Ippho Santosa menyebutkan dalam buku “13 Wasiat Terlarang” beberapa permainan untuk melatih kemampuan otak kanan diantaranya Eight Game, Thumb Game, Pattern Game, Specific Crawl, Specific Posturing, Specific Relaxing, Rotated Reading, Left-Handed Foreplay, Left-Handed Handling, Left-Handed Brushing, Left-Handed Writing, dan Left-Handed Signing.


  1. Game melatih rasa ingin tahu dan daya kritis anak
Pada dasarnya, berpikir kritis merupakan kemampuan anak untuk mencari tahu letak masalah yang mereka hadapi, menyederhanakannya, dan mencari tahu solusi dari permasalahan tersebut. Pada game, secara tidak langsung anak mempelajari semua itu. Sebut saja game Playstation yang notabene merupakan game petualangan dimana anak harus mencari tahu apa yang harus dilakukan, quest apa yang harus diselesaikan, dan bagaimana cara mengalahkan musuh yang ditemukan. Dengan bermain game tersebut, rasa ingin tahu anak akan menjadi besar dan ia akan lebih kritis dalam menyikapi segala sesuatu.

  1. Game melatih disiplin anak.
Di online game, biasanya mempunyai event-event tertentu untuk menarik minat pemainnya agar bermain di waktu-waktu tertentu. Bagi anak-anak yang menjadi seorang gamer, mereka akan mengusahakan untuk ikut dalam setiap event yang telah disediakan tersebut. Secara tidak langsung, anak sedang menerapkan disiplin dalam hal waktu untuk mengikuti event-event dalam permainannya. Dalam hal ini, orang tua pun dapat mengembangkan disiplin anak dalam hal lainnya juga. Misalkan ketika anak ingin bermain game online, ia harus menyelesaikan tugasnya terlebih dahulu ataupun menghabiskan makanannya terlebih dahulu. Apabila khawatir anak akan bermain terlalu lama, maka batasilah ia dengan waktu. Dengan begitu, kedisiplinan anak bisa terjaga dan tidak mengganggu perkembangan belajarnya.

  1. Game melatih sikap pantang menyerah
Setiap orang pasti ingin menang. Dengan mendapatkan kemenangan tersebut, ia akan memperoleh suatu kepuasan tersendiri. Begitupun ketika anak sedang bermain suatu game. Game mengajarkan kepada anak sikap pantang menyerah. Anak akan tertantang untuk menyelesaikan suatu game hingga selesai dan mendapatkan skor yang terbaik. Implikasi sikap ini di sekolah menjadikan anak gigih dalam belajar dan meraih tempat tertinggi di setiap kesempatan, baik itu juara kelas maupun hasil terbaik ketika mengikuti ujian sekolah.

Kesimpulan dari beberapa pernyataan di atas, bahwa game sesungguhnya tidak sepenuhnya membawa dampak negatif bagi anak-anak. Akan tetapi, dengan bimbingan yang baik dari orang tua maupun guru, game dapat melatih sikap dan membentuk karakter tertentu pada diri anak. Bukan saatnya lagi untuk mengatakan bahwa anak yang banyak bermain akan menjadikannya malas bekerja dan bodoh karena beberapa ahli psikologi justru berpendapat bahwa permainan sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan jiwa anak. Berikanlah pengarahan yang tepat kepada anak agar perkembangan pendidikan dan karakter yang terbentuk pada anak berjalan sebagaimana mestinya. Karena itu, membiarkan anak bermain game.. Kenapa tidak? J

*Penulis adalah mahasiswa S-1 Pendidikan Matematika UPI angkatan 2011
Ketua Umum UKM Kepenulisan Islami Al-Qolam Universitas Pendidikan Indonesia

Jumat, 01 Agustus 2014

Tersenyumlah, Wahai Rembulan

Tersenyumlah, Wahai Rembulan
Oleh: M. Ginanjar Eka Arli

Kabut hitam datang bersama awan kelam..
Menutupi rembulan nan cantik rupawan..
Langit pun bergetar seakan hendak mengguncang..
Keheningan malam yang akan menghilang..

Bintang-bintang berterbangan..
Seakan ingin meninggalkan..
Sang rembulan, sendirian..
Di tengah gemuruhnya malam..

Namun cahaya tiba-tiba datang..
Menerbitkan sang fajar, dari ufuk barat..
Mengusir usiknya kegelapan..
Dan keheningan malam..

Aroma rerumputan mulai tercium..
Debur ombak menggebu-gebu..
Burung-burung bersahutan..
Saling bercanda, riang gembira..

Maka sang surya kembali tersenyum..
Menjaga hari, menata bumi..
Hingga tiba saatnya nanti..
Rembulan kan datang kembali..

Bandar Lampung, 31-07-2014