Minggu, 02 Desember 2018

Pemuda, Jomblo, dan Masa Depan Bangsa

Pernah gak sih kalian membayangkan suatu hari datang ke rumah calon mertua, berkenalan dengan mereka, lalu ditanyakan sebuah pertanyaan horor yang membuat hampir seluruh pemuda bergidik ngeri. "Apa pekerjaannya sekarang?"

Tentu saja, menikah itu perkara mudah. Namun, tanggung jawabnya itu yang susah dipertanggungjawabkan 🙈

Di balik ijab sah yang kita (?) ucapkan, terdapat kewajiban menafkahi secara lahir dan batin. Di balik kalimat ijab qabul yang kita (?) ikrarkan, terletak biaya kuliah, gamis model terbaru, hingga gawai dengan aplikasi terkini yang tengah menanti di ujung sana.

Akhirnya, solusi yang mau tidak mau harus kita upayakan hanya satu: bekerja.

Di era milenial yang maju pesat ini--yang disebut orang-orang sebagai era Teknologi 4.0--tentu saja bentuk pekerjaan telah beraneka ragam. Bekerja tidak dapat diartikan sebatas berpakaian rapi lengkap dengan dasi, berangkat pagi dan pulang kala petang hari. Tidak. Tentu saja tidak. Hanya orang tua yang sudah menua dimakan zaman yang konon masih berpikiran sebatas itu.

Dengan data masyarakat pengguna internet yang diperoleh dari Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) Republik Indonesia sebanyak 56%, yakni sekitar 143 juta jiwa--khususnya anak milenial sejumlah di atas 60%, maka dapat kita yakini bahwa angka tersebut memiliki banyak potensi besar. Selain jumlah target market yang dapat dikatakan sangat potensial, di sisi lain juga hal ini bisa menjadi peluang usaha yang besar juga, terutama untuk para anak muda di Indonesia.



Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Dirjen IKP) Kemkominfo, Rosarita Niken Widiastuti, dalam Forum Merdeka Barat (FMB'9) di Bandung (29/11) mengatakan bahwa pembagian akses internet dalam masyarakat berkisar untuk chating sebesar 60%, browsing 50%, dan video streaming 35%, sementara pembuatan aplikasi 24%, pembuatan program 5%, dan transaksi 15%.

Bisa kita bayangkan, budaya konsumtif masyarakat kita masih cukup tinggi ketimbang pemberdayaan untuk pengembangan diri. Maka, hadirnya berbagai start up menjadi salah satu kekuatan juga yang dapat mendukung kemajuan bangsa di era digitalisasi ini.

Sebut saja salah satu contohnya yakni aplikasi Go-Jek. Dengan adanya start up tersebut, banyak budaya masyarakt yang kini cenderung berubah. Dari segi transportasi, ketimbang menunggu bus dan angkot, sekarang kita bisa langsung diantar menggunakan gojek. Lapar? Tinggal pesan gofood dsn makanan segera diantar. Bahkan, pemesanan tiket dan lainnya bisa menggunakan fasilitas GoTix dan semacamnya.

Bila ditilik dari banyaknya capaian-capaian di berbagai bidang ini, maka Dirjen IKP dengan optimisnya percaya bahwa pada tahun 2030 nanti, Indonesia berpotensi menjadi negara maju kelima di dunia. Tentu saja, untuk mencapai hal tersebut, perlu adanya sinergisitas antara semua pihak, baik masyarakat maupun pemerintah. Atas dasar hal tersebutlah, pemerintah kemudian tak tinggal diam.

Sebagai regulator, fasilitator, dan juga agregator, pemerintah sebagai pemangku kebijakan lantas berinisiatif untuk membuat dan menerapkan konsep smart city. Ya, konsep yang tidak hanya menyiapkan sarana dan prasarana ini, tetapi juga turut mengubah mindset masyarakat untuk berpartisipasi aktif sekalkgjs mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Indonesia.

Untuk mendorong digitalisasi ekonomi, salah satu usaha pemerintah juga mendorong terciptanya 1.000 start up. Tentu saja, semua hal itu melalui berbagai proses, mulai dari pendaftaran, seleksi, pembinaan melalui workshop, pembentukan tim, hingga tahap inkubasi sebagai akhir dsri prototype. Tak hanya sampai di sana. Dari 8 juta UMKM yang ikut program pendampingan ekonomi digital, saat ini sudah mencapai 82% atau lebih dari 6,4 juta unit usaha juga turut dibina oleh pemerintah.

Ketika UMKM tersebut telah sukses, maka penting juga agar cerita sukses mereka disiarkan agar membantu menginspirasi yang lain, sebagaimana yang disarankan oleh Refa Riana, seorang pengamat sosial, yang turut berbagi dalam acara Diskusi Media Forum Merdeka Barat 9 (Dismed #FMB9) bertema "Membangun Indonesia, Menyejahterakan Jawa Barat". Dengan roda yang terus berputar dan saling menggerakkan dari berbagai daerah ini, diharapkan dapat memicu pertumbuhan dan perkembangan ekonomi yang signifikan di berbagai daerah.

Jika masyarakat maju, Sumber Daya Manusia semakin bermutu, dan kita--sebagai anak muda--memiliki pekerjaan dan masa depan yang anti mati kutu, pasti calon mertua pun setuju untuk memberikan restu tanpa ragu.

Jadi, siap #MembangunJabar dan keluarga di tahun 2019 nanti? :)

Informasi lebih lanjut terkait program pemerintah demi memajukan perekonomian masyarakat dan berbagai hasil diskusi dalam kegiatan FMB 9 ini bisa diikuti secara langsung di www.fmb9.id, FMB9ID (Twitter), FMB9.ID (Instagram), FMB9.ID (Facebook), dan FMB9ID (Youtube).


Selasa, 13 November 2018

Paxel: Pengiriman Tanpa Tapi, Pengantaran Tanpa Nanti

Pernah enggak sih kalian merasa di PHP-in sama kurir?
Lagi butuh kirim paket cepat, tapi status pengiriman masih itu-itu aja?

Aku juga pernah ngerasain momen-momen kayak begitu. Tapi, semenjak ada Paxel, rasanya semua kirimanku sudah tidak akan bermasalah lagi! \(^o^)/



APA SIH PAXEL ITU?

Paxel adalah jasa pengiriman barang secara SAMEDAY dengan TARIF FLAT. Dalam arti, kita bisa ngirim ke mana pun, kapan pun, dengan jaminan kualitas bisa diantar dalam waktu satu hari. Seperti yang dialami oleh Ibu Fina Aulina, owner dari usaha Pempek Finfin.


Sebagai pemilik usaha berjenis Frozen Food, tentu dong kita enggak mau barang yang sampe ke pelanggan nanti sampai dalam keadaan basi. Wah, bisa-bisa kehilangan customer nanti kitanya! >_<

Namun, semenjak mengenal Paxel, Bu Fina lebih senang dan usahanya pun meningkat pesan. Mengapa?

1) Kurir Paxel datang Langsung Menjemput Paketnya
Kadang kala, sebagai pelanggan, kita malas memakai ekspedisi tertentu karena letaknya jauh dari rumah. Mau pakai jasa ojek online, tapi kok ya ongkirnya lebih mahal ketimbang harga barangnya 🙈

Oleh sebab itulah, hadirnya Happiness Hero (sebutan untuk kurir Paxel) membawa solusi dari kendala yang selama ini kita alami.

Happiness Hero yang baru datang ke rumah! 😍

2) Pengemasan yang Rapi
Tak perlu cemas akan menggunakan plastik alakadarnya atau paket yang dilakban seadanya. Karena, ketika Happiness Hero datang ke tempat kita, mereka pun akan membantu mengemas barang kita dengan rapi dan elegan :)

Pengemasan paket di Paxel

3) Tracking Delivery
Kesel karena kita enggak tahu kondisi paket sudah sampai di mana? Tenang, karena di Paxel kita bisa tracking status delivery order kita sudah sampai di mana melalui aplikasi Paxel. Jadi, kita bisa memperkirakan kapan mereka sampai. Oh, iya, kita juga bisa request lho mau diantar dalam kisaran jam berapa. Misalnya, sekitar jam 4-6, sebelum jam 8 malam, dan sebagainya. Asik, kan? :)

Contoh tracking dan shipment history

4) Kirim Paket Tanpa Tapi, Antar Paket Tanpa Nanti
Panas terik matahari hingga hujan badai menerpa, tapi Happiness Hero akan tetap mengantarkan "amanah" yang telah dipercayakannya kepada sang penerima. Janji sedetik saja yang terlewat, maka biaya pengantaran kita akan dibalikkan sepenuhnya. Full, tanpa potongan biaya apa pun. Sebesar itu jaminan kualitas jasa pengiriman mereka. Apakah kita masih ragu untuk menggunakannya? :)

Happines Hero yang mengantar di tengah terpaan Hujan

5) Tarif Flat, SameDay Antar Kota Sekalipun!
Seperti angkutan umum, menggunakan Paxel ini jauh-dekat tarifnya sama, lho! Apalagi, pengiriman luar kota pun sudah memungkinkan untuk saat ini. Yah, meskipun baru sampai sekitar Jabodetabek, Bandung, Jogja, Solo, dan Semarang, tapi mari kita doakan semoga segera merambat ke kota-kota dan daerah lainnya yaa. Khususnya di luar Pulau Jawa ^_^

Ukuran dimensi untuk patokan tarif. Bisa custom juga, lho! XD 

Yang paling aku suka dari Paxel ini--selain dari jasa yang mereka tawarkan--adalah filosofi yang terdapat di balik penamaan mereka. Paxel berasal dari bahasa Yunani yang artinya "kedamaian". Karena itu, semoga dengan adanya jasa pengiriman logistik seperti Paxel, malam-malam kita bisa tidur dengan nyaman dan damai tanpa memikirkan slogan lama yang pernah berkata, "Hanya Tuhan dan Kurir yang Tahu Kapan Paket akan Dikirim."

Yuk coba install aplikasi paxel sekarang di hapemu! Gunakan kode referal agi_eka dan dapatkan voucher pengiriman barang sebesar 100k secara cuma-cuma! 😍😍😍

Selamat mencoba ;)

Regards,
@agi_eka