Rabu, 29 Februari 2012

Asal Usul Manusia

Yep first of all, long time no see guys!
Yah agaknya mah emang lagi sibuk-sibuknya sekarang mpe susah ngepost lagi ya? #sok sibuk

Well, mungkin langsung aja, jadi ceritanya itu minggu kemaren gue dapet inspirasi dari guru Agama Islam gue yang bernama Pak Agus Fakhruddin. Beliau menceritakan sesuatu yang sangat menarik sekali, dan mungkin kebanyakan dari kalian juga udah pernah denger.

Yapz, itu adalah cerita "Asal Usul Manusia" *jeng jeng jeng jeng*

Mungkin disini gue pengen nyeritain ulang aja kali ya?
Dan tentunya dengan bahasa gue sendiri.. hehe

Disini mungkin gue make formatnya kayak Cerpen gitu, biar menarik en mudah dimengerti,,
So, the Last but not Least, Just Enjoy the Story guys!

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Judul : Asal Usul Manusia
Penulis: M. Ginanjar Eka Arli

Alkisah pada saat di dunia belum ada apapun, akan tetapi di sana ada Allah yang Maha Kuasa. Dengan Kuasa-Nya, ia menciptakan langit dan bumi, planet-planet, serta segala macam bagian dari Tata Surya dan Galaksi yang kita tempati saat ini. Lalu Allah menciptakan Malaikat dan Iblis yang diciptakan untuk menyembah kepadanya. Malaikat adalah makhluk yang terbuat dari Cahaya, ia memiliki sifat patuh kepada Allah SWT. Apapun yang diperintahkan oleh Allah, pasti akan ia turuti. Sedangkan Iblis terbuat dari Api, ia memiliki sifat iri dan dengki serta pembangkang, akan tetapi Iblis juga tetaplah makhluk yang setia untuk menyembah kepada Allah SWT.

Suatu ketika, Allah merasa ada sesuatu yang kurang. Maka Allah memutuskan untuk menciptakan suatu Makhluk yang berasal dari Segumpal Darah (Dari Kisah lain disebutkan bahwa makhluk ini diciptakan dari Tanah) yang kemudian kita sebut dengan Manusia.

Munculnya Manusia ini menyebabkan Malaikat dan Iblis bertanya-tanya. "Kenapa harus diciptakan manusia? Sedangkan disini sudah ada kami?" tanya mereka dalam hati.

Maka bertanyalah Malaikat kepada Allah sehubungan dengan diciptakannya Manusia ini.
"Ya Allah.. Kami ingin bertanya, kenapa engkau menciptakan makhluk yang tidak berguna ini? Kelak Makhluk ini hanya akan memiliki sifat merusak, menyakiti satu sama lain, apalah gunanya Makhluk ini sedangkan engkau telah menciptakan Kami terlebih dahulu untuk menyembahmu?"

Lalu Allah menjawab, "Wahai Malaikatku. Aku menciptakan Manusia juga untuk beribadah kepada-Ku. Sesungguhnya Aku lebih mengetahui daripada yang Engkau ketahui."

Mendengar itu Malaikat langsung tertunduk malu dan diam menerima kenyataan terciptanya Manusia.

Setelah kejadian tersebut, Allah ingin menunjukkan kelebihan Manusia dibandingkan Malaikat dan Iblis. Karena itu Manusia diajarkan berbagai ilmu pengetahuan seputar kehidupan, bumi, alam, dan lain-lain. Ia juga diberi nama oleh Allah SWT yaitu Adam. Berdasarkan sejarah Ia-lah satu-satunya Laki-Laki yang diberi nama oleh Allah SWT.

Kemudian Allah SWT mengetahui bahwa Adam pun merasakan kesepian karena hanya Ia-lah satu-satunya Manusia yang ada di Surga Allah ini. Karena itu di ambillah Tulang Rusuk sebelah kanan dari Adam dan diciptakan seorang wanita cantik yang kemudian diberi nama Hawa oleh Allah SWT. (Berdasarkan sumber lain mempercayai bahwa wanita yang dimaksudkan dalam cerita ini bernama Eve). Maka Hawa adalah satu-satunya wanita yang diberi nama langsung oleh Allah SWT.

Pesan Moral: Inilah Alasannya kenapa Tulang Rusuk sebelah Kanan pada Pria kurang 1 buah, karena dipakai oleh Allah SWT untuk menciptakan makhluk nan cantik yang bernama wanita. Dan Allah menciptakan wanita dari tulang rusuk sebelah kanan pria pun bukan tanpa alasan, Allah tidak menciptakan wanta dari kepala Pria karena bukan kodrat wanita untuk ditinggikan. Allah tidak menciptakan wanita dari kaki Pria karena wanita bukan untuk diinjak-injak. Tetapi Allah menciptakan wanita dari Tulang Rusuk Pria sebelah kanan dekat hati karena wanita adalah orang yang mesti dijaga dan disayangi sepenuh hati oleh para Pria :)

Selang beberapa lama, Allah telah mengajarkan berbagai pengetahuan kepada Adam dan Hawa. Maka dipanggillah Adam serta perwakilan dari Malaikat untuk membandingkan perbedaan diantara mereka.

Setelah mereka berdua datang menghadap Allah SWT, Allah memberi beberapa pertanyaan kepada mereka berdua.

"Wahai malaikat, tahukah engkau apa yang ada di Bumi?"
"Aku tidak tahu, Ya Allah" jawab Malaikat.

"Wahai Adam, tahukah engkau apa yang ada di Bumi?"
"Ya Allah, sesungguhnya di Bumi ada berbagai jenis ciptaanmu. Ada tumbuh-tumbuhan, pepohonan, lautan, daratan, hewan-hewan yang semuanya hanya Engkau-lah yang bisa menciptakannya"

Mendengar hal itu Malaikat langsung terdiam dan menyadari bahwa sesungguhnya Manusia memang diciptakan Allah bukan karena tanpa suatu sebab. Tapi memang Ia diciptakan untuk menjadi Kalifah di Bumi, karena sesungguhnya Manusia mengetahui sesuatu hal yang diketahui oleh Malaikat.

Untuk memuiji kelebihan Manusia dibandingkan makhluk lainnya, maka Allah menyuruh Malaikat dan Iblis untuk bersujud kepada Manusia. Malaikat dengan segera bersujud kepada Manusia atas perintah Allah. Akan tetapi ia tidak mau. Kenapa begitu?

Allah pun bertanya kepada sang Iblis.
"Wahai Iblis, kenapa Engkau tidak mau bersujud kepada Manusia?"

Iblis pun menjawab, "Ya Allah, sesungguhnya aku diciptakan hanya untuk menyembah-Mu. Aku tidak mau menyembah kepada selain-Mu, apalagi kepada Manusia yang diciptakan setelah Aku. Tentunya kedudukanku disini adalah lebih tinggi daripada Dia ! Dan aku tidak mau menyembah Manusia, kecuali Manusia yang menyembahku."

Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa Iblis merasa lebih senior daripada Manusia sehingga Ia tidak mau untuk menyembah Manusia. Ia hanya mau untuk menyembah Allah. Mungkin dia memang benar, tapi yang dia lupakan adalah bahwa yang memberinya perintah untuk menyembah Manusia adalah Allah sendiri. Karena itu Allah pun murka dan mengusirnya dari Surga Allah.

Akan tetapi sebelum sempat di usir, Iblis meminta beberapa hal kepada Allah.
"Ya Allah, bolehlah aku di usir dari Surga-Mu ini, akan tetapi Aku meminta 2 hal sebelum aku di usir"

"Katakanlah apa saja 2 hal tersebut." jawab Allah.

"Yang pertama, Aku ingin bila nanti Aku di usir dari Surga-Mu ini, maka Panjangkanlah umurku dan anak-anakku nanti. Buatlah kami abadi dan tidak pernah mati. Kemudian yang kedua, Aku ingin membuktikan bahwa Manusia itu tidak lebih baik daripada Aku. Karena itu Aku meminta izin kepada-Mu untuk menggoda Manusia sehingga Engkau dapat mempercayai bahwa Akulah yang lebih baik daripada Manusia."

Allah menjawab, "Baiklah, Aku kabulkan 2 permohonanmu itu."

Kemudian Iblis pun di usir dari Surga Allah selama-lamanya.

                                                                     ***

Hari-hari berikutnya, Manusia menikmati betapa enaknya surga Allah SWT. Mereka diberi kebebasan, hanya dengan 1 larangan saja. Manusia tidak boleh mendekati Pohon Khuldi.

Disinilah Iblis memulai misi pertamanya "Menggoda Manusia". Maka di datangilah Adam dan mencoba untuk membujuknya.. "Hai Adam.. Dekatilah pohon Khuldi itu.. Ketahuilah bahwa buah Khuldi itu sangat enak.. Kau harus mencobanya sendiri".

Akan tetapi rayuan Iblis tidak mempan. Adam tetap teguh pada pendiriannya dan tidak tergoda sedikitpun dengan bujukan-bujukan dari Iblis. Karena itu Iblis segara mendatangi Hawa untuk mencoba membujuknya.

"Wahai Hawa,, Tahukah Engkau bahwa buah di Pohon Khuldi ini sangat enak? Aku telah mencobanya.. Dan Engkau pun harus mencobanya.. Bujuklah Suamimu Adam untuk mengambilkan buah itu".

Sejarah mencatat bahwa Wanita itu lemah akan rayuan, maka terbujuklah Hawa dengan rayuan Iblis dan kemudian ia membujuk sang suami tercinta yaitu Adam untuk mengambilkan buah itu untuknya.

"Wahai suamiku Adam.. Cintakah Engkau kepadaku?"

"Tentu saja Hawa, ada apa?"

"Ada satu hal yang aku ingin engkau lakukan untukku jika engkau memang benar-benar cinta kepadaku. Tolong ambilkan aku Buah Khuldi. Aku sangat ingin memakannya. Jika engkau memang benar mencintaiku, maka buktikanlah itu dengan mengambilkanku Buah Khuldi ini."

Sejarah mencatat bahwa Laki-laki itu kuat akan godaan Iblis, akan tetapi sangat lemah dengan godaan sang Kekasihnya, yaitu Wanita. Setelah dilanda kebimbangan antara cintanya kepada Allah dan cintanya kepada sang kekasih, maka Adam memutuskan untuk mengambilkan buah Khuldi itu untuk sang kekasihnya. Hawa.

Maka berjalanlah mereka menuju Pohon Khuldi tersebut.

Allah yang mengetahui hal ini tidak tinggal diam. Sesuai larangannya untuk mendekati Pohon Khuldi, Adam dan Hawa tentu saja sudah melanggar perintah Allah untuk menjauhi pohon tersebut. Karena itu ditiupkanlah angin yang sangat besar oleh Allah SWT yang merusak pakaian yang dikenakan oleh Adam dan Hawa. Spontan mereka langsung menutupi tubuh mereka. Dalam Islam memang tidak menutup aurat merupakan lambang Aib. Karena itu Allahpun murka dan mengusir mereka berdua ke Bumi. Di balik semua itu Iblis tertawa riang karena misi pertamanya telah berhasil.

Catatan Kecil: Ada versi lain yang mengatakan bahwa Buah Khuldi itu dimakan oleh Adam dan hawa. Diceritakan bahwa buah ini berbentuk seperti Apel. Ketika memakan buah ini sebagian, Adam tersedak dan buah tersebut tersangkut di tenggorokannya sehingga kelak disebut sebagai Jakun. Dalam Bahasa Inggris, Jakun bernama Adam's Apple. Itulah alasan mengapa dinamakan seperti itu. Sedangkan pada wanita, buah Khuldi ini terpotong dua dan tertelan semuanya hingga akhirnya membentuk menjadi... "Sesuatu". Apakah sesuatu itu? Kalian semua pasti tahu jawabannya :p

 Setelah di usir dari Surga Allah, Adam dan Hawa dipisahkan antara Ujung Bumi Satu dengan Ujung Bumi yang lainnya. Seketika mereka langsung menyadari kesalahannya dan langsung bertaubat dengan bacaan:



Di ceritakan bahwa Adam dan Hawa mengucapkan doa ini terus menerus, setiap hari, setiap waktu, sampai taubat mereka di terima oleh Allah SWT 100 tahun kemudian.

Selang beberapa waktu setelah Adam dan Hawa di turunkan ke Bumi, di pertemukanlah mereka berdua oleh Allah SWT di Jabal Rahmah, dekat kota Makkah. Dan disitu ada Padang Pasir yang bernama Padang Arafah. Diceritakan bahwa hari pertemuan antara Adam dan Hawa adalah pada tanggal 9 Zulhijah menurut kalender Hijriyah atau kalender Islam, sedangkan menurut kalender Masehi, terhitung tanggal 14 Februari. Karena itu Hari Kasih Sayang bagi umat Islam terletak pada tanggal 9 Zulhijah, dan untuk memperingati pertemuan kembali antara Adam dan Hawa, maka pada tanggal 9 Zulhijah kita memperingatinya dengan melaksanakan Puasa Arafah.

Dan setelah  itu pun mereka berdua hidup dan tinggal sebagai khalifah di Bumi, sampai anak cucunya sekarang sedang mengetik cerita ini, mencoba menceritakan kembali kisah ini kepada saudara-saudaranya yang lain yang insya Allah akan membaca tulisan ini sekedar untuk mengingat dan mengambil hikmah dari cerita Nabi-Nabi kita terdahulu.

                                                                *The End*

Adapun beberapa hikmah yang dapat kita ambil dari cerita di atas, antara lain:
1. Contohlah Iblis, walaupun ia bertugas untuk menggoda Manusia, tapi ia mempunyai 1 sifat yang tetap dipegang teguh olehnya, yaitu: Pada saat apapun tetap Menyembah dan Bertakwa kepada Allah SWT.

2. Jauhilah larangan Allah SWT, karena kita tahu bahwa awal diturunkannya Adam dan Hawa adalah karena melanggar perintah dan larangan Allah SWT. Setiap perbuatan pasti ada konsekuensinya, jika kita berbuat maka kita harus bisa untuk bertanggung jawab terhadap apa yang kita perbuat.

3. Sesungguhnya Allah adalah Maha Pemaaf dan Maha Pemberi Ampunan. Adam dan Hawa yang telah melanggar perintah-Nya pun masih di maafkan, apalagi kita? Karena itu lekaslah bertaubat bagi kalian yang pernah berbuat dosa.

4. Jangan menyalahkan Adam dan Hawa. "Karena mereka makan buah Khuldi maka saat ini kita tidak bisa berada di surga Allah SWT ?". Jangan lupa bahwa Allah menciptakan manusia untuk menjadi khalifah di Bumi, jadi dengan di usir ataupun tidak dari Surga, suatu saat Adam dan Hawa akan tetap berada di Bumi, hingga menghasilkan keturunan seperti kita-kita ini yang sampai saat ini masih dapat hidup dan bernafas untuk menikmati nikmat Hidup yang telah diberikan oleh Allah SWT.

5. Sampai saat ini, Agama telah berkembang. Agama yang di anut Nabi Adam dan yang sekarang kita Yakini tentu saja berbeda. Kita harus menjalani Agama yang telah disempurnakan oleh Allah SWT. Dan yakinlah bahwa kelak Agama ini akan membawa kita ke Surga Allah yang diimpikan oleh semua orang. Jangan takut tidak akan masuk Surga, karena sesungguhnya semua orang pasti akan kembali ke Surga Allah SWT,, hanya saja mungkin dari jalan yang berbeda-beda.

Terakhir, mohon maaf jika ada kesalahan kata, penulisan, maupun cerita, karena saya sebagai penulis juga masih dalam tahap belajar. Semoga cerita ini dapat bermanfaat bagi kita semua :)
*Amiin*

Ps: Dukungan dan Doa kalian sangat membantu untuk membuat Penulis dapat menjadi lebih baik lagi. Ditunggu bagi yang mau memberikan kritik maupun saran kepada Saya serta rekan-rekan yang lainnya. Saling mengingatkan saja, karena sudah kodrat kita sebagai Manusia membutuhkan orang lain untuk mengingatkannya. Sesungguhnya Manusia adalah Makhluk yang Pelupa, dan Tidak ada Manusia yang sempurna, karena sesungguhnya Kesempurnaan itu hanyalah milik Allah SWT.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar