Selasa, 17 Juli 2012

Hasil Konsolidasi Ormawa 16 Juli 2012

Ehm kali ini kita bakal sedikit menyinggung politik yah, terkait tentang politik dalam kampus gue juga.. Jadi ceritanya teh kemaren gue mengikuti konsolidasi atau pertemuan gitu tentang Advokasi, khususnya mengenai mahasiswa baru yang masuk lewat jalur undangan ke kampus gue yang mengalami kendala dalam masalah biaya. Berhubung blog gue juga udah lama gak di update, jadi kenapa nggak gue coba posting disini aja? Itung" biar ramean dikit.. huehehe :p #maksa

So, tanpa basa basi lagi, langsung aja berikut berita yang gue dapetkan kemarin..

"36 Mahasiwa Penangguhan SNMPTN Undangan Digantung"
Oleh : Dudi Asep Septiadi "Mendagri Rema UPI 2012"

Terkait tentang masalah" yang telah dirundingkan pada saat Konsolidasi Ormawa sebelumnya, maka pihak Rema UPI mengajak beberapa orang dari perwakilan Ormawa untuk melakukan Audiensi ke PR 3. Adapun perwakilan yang hadir pada saat itu adalah pewakilan dari Hima Sastrasia yaitu Kang Zulfa , Perwakilan dari Pendidikan Ekonomi yaitu Alif , Perwakilan dari Hima PPB yaitu Kang Taufik, dan perwakilan dari IPAI yaitu Andika. Bersama" Mendagri rema UPI, kang Dudi Septiadi, mereka berlima melakukan Audiensi dan berikut hasil Audiensi yang telah didapatkan. 

1. Perihal Bidik Misi :
Dari 1000 orang lebih pelamar bidik misi, itu sudah sebagian kami verifikasi dan didapatkan hasil 707 orang yang berhak menerima Bidik Misi, baik dari SNMPTN Undangan maupun SNMPTN Tertulis. Tersisa pada saat ini yaitu sekitar 300 orang belum di validasi, dan dari 300 orang ini akan diambil 143 orang untuk memenuhi kuota Bidik Misi UPI yaitu 850 orang. Karena itu 707 orang yang namanya sudah keluar ini dapat dikatakan telah lolos Bidik Misi dan tinggal melakukan registrasi saja sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan yaitu berbarengan dengan SNMPTN Tertulis. Adapun targetan dari Pak Endang sendiri, hari Rabu ini sudah selesai di SK kan, sehingga 850 orang yang menerima Bidik Misi sudah bisa di umumkan dan mereka dapat  bernapas lega. Bagi yang tidak mendapatkan Bidik Misi, dan tidak mampu membayar biaya registrasi, silahkan untuk merapat ke stand Advokasi Center di PKM dan mendaftar alur penangguhan dengan membawa persyaratan" yang telah ditentukan.

2. Perihal Penangguhan Mahasiswa Lama "Mala" :
Pada awalnya, pendaftaran untuk penangguhan Mala itu dibuka hanya sampai tanggal 6 Juli 2012. Akan tetapi berkat perjuangan dari para Mahasiswa dan juga dibantu oleh pihak Rema UPI, akhirnya pendaftaran penangguhan tersebut diperpanjang hingga tanggal 10 Juli 2012. Entah karena penyebaran informasi yang telat, atau mungkin niat yang baik dari Mala yaitu tidak ingin memberatkan pihak universitas hingga batas waktu yang ditentukan, ada saja  para Mala yang mendaftar penangguhan lebih dari tanggal 10 Juli tersebut. Tercatat ada 25 orang Mala yang mengaku tidak mampu untuk membayar SPP semester ganjil hingga tanggal 13 Juli di Rema UPI. Pada dasarnya Pak Asep selaku yang memegang keputusan terkait masalah penangguhan ini, mungkin beliau sudah lelah atau seperti apa, sehingga mahasiswa yang telat mendaftar hingga tanggal 10 Juli dikatakan "sudahlah mereka cuti saja, nambah"in kerjaan saya saja!" seru Pak Asep. Tapi tentunya para Mahasiswa tidak langsung menyerah bukan hanya karena kata" seperti itu? Karena itu mereka berinisiatif untuk melobby Pak Endang selaku PJ Bidik Misi. Setelah beberapa lama, akhirnya Pak Endang mengatakan "Baiklah, nanti saya usahakan." dan kata" ini memberikan semangat baru kepada pihak mahasiswa yang sempat down mendengar kata" dari Pak Asep. Sebenarnya belum ada jaminan apapun dari Pak Endang, tapi apa salahnya sih kita berharap?

Dan ternyata harapan kita inipun tidak sia". Pada tanggal 13 Juli, Rema mencoba untuk memberikan data ke Pak Dadang selaku PR 3. Dari Pak Dadang akhirnya menyerahkan data" Mala yang telat mendaftar penangguhan ke Pak Asep. Awalnya wajah Pak Asep terlihat kurang senang melihat data" tersebut, tapi toh akhirnya data tersebut diambil juga oleh Pak Asep dari Pak dadang untuk diproses lagi. Anggapan kang Dudi, para Mala ini tidak akan dicutikan, karena pihak Universitas juga mengatakan "sedang diusahakan". Dan kenyataan bahwa data" tersebut sudah mulai di proses untuk verifikasi dan sebagainya pada masa sekarang, bisa sedikit melegakan para Mala yang mendaftar penangguhan. Harapannya, pihak Kampus tidak sekedar memberikan angin surga yang menyejukkan sementara, akan tetapi benar" memberikan bantuan yang diharapkan oleh para Mahasiswa kampus kita tercinta ini. Semoga...

3. Pemberitahuan Untuk Maru :
Terkait masalah penangguhan Mala, sudah terlihat bahwa sebenarnya pihak kampus itu kurang senang karena kita memaksakan beberapa masalah yang sebenarnya sudah di patok deadlinenya. Karena itu harapannya, jangan sampai ada lagi cerita" seperti di atas terulang lagi pada saat penangguhan Maru nanti. Jadi, bagi Maru yang tidak mampu untuk membayar biaya kuliah yang lebih dari 10juta tersebut, segeralah daftar penangguhan di Advokasi Center Rema UPI @PKM dengan membawa syarat" yang telah ditentukan yaitu :
a. Foto 3x4 sebanyak 2 lembar
b. Foto rumah tampak depan, tampak kanan, tampak kiri, dan tampak belakang.
c. Fotocopy KTP.
d. Fotocopy Kartu Pelajar
e. Fotocopy Kartu Keluarga
f. Fotocopy SKTM*
g. Fotocopy Slip Gaji Ortu
h. Fotocopy Tagihan Listrik
i. Surat Pernyataan Penangguhan
*bagi yang merasa sudah mampu, tidak perlu menyertakan.

Adapun syarat" di atas hendaknya dibuat 2 rangkap, untuk pengarsipan di Advokasi Center dan juga di BMT Al Furqon itu sendiri. Ingat tanggalnya! 19 Juli 2012 adalah batas akhir pengajuan penangguhan ke Al Furqon! Jangan sampai kita telat lagi, karena jika sampai itu terjadi kemungkinan BEM nanti akan dikambing hitamkan oleh kampus! Nambah" kerjaan, Ngulur" waktu aja, dsb..

Lalu ada pertanyaan : "Kang bagaimana cara kita menjaring maru yang ingin mendaftar penangguhan sedangkan kita belum punya nomor kontak mereka?"

Nah! Disitulah peran dari Himpunan masing"! Kita bisa saja mencoba mencari dari Jejaring Sosial mereka, facebook, twitter, dsb. Tercatat Himpunan Mahasiswa Bahasa Jepang yaitu Himabaja adalah Himpunan yang hampir 90% data mahasiswa yang masuk ke UPI dari jurusan mereka telah di dapatkan data"nya. Mereka melakukan pendekatan secara intensif kepada mahasiswa baru di jurusan mereka lewat akun Facebook dan sebagainya sehingga bisa di dapatkan nomor kontaknya dan juga bisa ditanyakan kesanggupannya dalam membayar biaya registrasi nanti. Karena itu himpunan lain juga jangan sampai kalah! Segera dapatkan juga data maru di himpunannya masing", tanyakan kesanggupan mereka, komitmen kuliah, dan daftarkan segera ke Advokasi Center jika mereka benar" tidak mampu dalam membayar biaya kuliah!

4. Perihal Transparansi Data :
Salah satu hal tersulit yang ingin didapatkan di UPI itu adalah Transparansi Data! Kita ingin tahu daftar nama" maru yang penangguhan, daftar maru" yang mendaftar Bidik Misi, dsb.. tapi tidak pernah dikasih!

Untungnya pada saat audiensi terakhir, pihak Rektorat mengatakan "Silahkan, kalian boleh saja jika ingin mengakses data" tersebut." dan mereka menjanjikan hal tersebut. Hal ini terbukti karena pada kenyataannya beberapa hari yang lalu kang Dudi bisa mengakses data tersebut. Tercatat 36 Mahasiswa Baru yang lolos dari jalur Undangan yang mendaftar penangguhan kemarin semuanya telah ditetapkan mendapat hibah dari Al Furqon sesuai kemampuannya masing"! Pada saat wawancara orang tua Maru, mereka ditanyakan "Sekarang ini udah punya uang berapa? Kurangnya berapa?" dan sisa kekurangan dana yang tidak dimiliki Ortu Maru ini dibayarkan oleh pihak Al Furqon, semuanya! Tercatat untuk 36 Maru Penangguhan ini, pihak Al Furqon mengeluarkan dana lebih dari 226 juta Rupiah yang pembagiannya berbeda" untuk setiap marunya, tergantung kemampuan mereka. Ada yang dibantu misalnya 60%, 91%, dsb. Hal ini jelas berbeda dengan proses BMTM tahun kemarin yang ada dipatok pada persentase" seperti 25%, 50%, 75% dan 100%. Hanya saja softfile data tersebut belum bisa diminta karena belum ditandatangani ketua DKM Al Furqon. Pada hari Senin kemarin (16/7), kabarnya SK untuk maru penangguhan ini sedang dirapatkan di Parteure dan bisa dilihat sesegera mungkin stelah SKnya telah diresmikan dan disetujui oleh Ketua DKM tersebut. Karena itu bagi maru penangguhan dari Undangan, sudah bisa diberikan ucapan selamat atas kelulusannya, selamat datang, selamat sudah bisa siap" untuk registrasi, dan selamat" yang lainnya juga mulai saat ini karena nasib mereka insya Allah sudah aman dan merekapun sudah bisa bernafas lega dari sekarang,

5. Perihal Tuntutan Kepada Pak Dadang :
Pada kesempatan Konsolidasi terdahulu, telah disebutkan bahwa pihak Mahasiswa ingin dilibatkan dalam hal verifikasi Mahasiswa Baru. Dan hal ini sudah membuahkan hasil pada saat audiensi kemarin. Kabarnya sih, karena pihak kampus takut para mahasiswa akan melakukan aksi jika dikasih transparansi data, dan memang hal ini sudah kita diskusikan juga ketika pertemuan sebelumnya bukan? "Kita akan melakukan aksi jika tidak diberikan transparansi data." ujar Kang Dudi pada saat itu.

Untuk melihat transparansi data para mahasiswa baru yang mendaftar penangguhan ke BMT Al Furqon, bisa menghubungi Pak Juntika. Beliaulah yang memegang data" maru yang mendaftar penangguhan pada saat PMB Maru jalur Undangan terdahulu. Entah kenapa, hari itu pihak kampus menjadi baik sekali ? Yang sebelumnya pihak Rema sampai mencoba untuk mencari data" Maru ke Dirtik di UPI Net, akhirnya sekarang dikasih cuma". Dan hal ini melegakan pihak Rema untuk segera melengkapi data" maru yang dimiliki, karena ada saja beberapa Maru yang datang langsung ke Al Furqon tanpa mendaftar ke Advokasi Center terlebih dahulu sehingga menyulitkan proses pengarsipan data.

Kembali ke permasalahan awal kita tentang tuntutan, bahwa sebaiknya sistem PMB diperbaiki. Untuk pengumuman Bidik Misi, Jadwal Registrasi yang berubah", keterlambatan informasi seperti informasi pendaftar Bidik Misi Undangan belum boleh registrasi dan harus digabung dengan SNMPTN Tertulis yang diberitahukan pada saat hari H, hal ini menunjukkan bahwa sesungguhnya sistem PMB kampus kita belum cukup baik dan masih harus terus dibenahi. Permasalahan ini tentunya harus dipertimbangkan oleh kampus kita agar dapat menjadi semakin baik dan baik lagi dari masa" sebelumnya.

6. Tanya Jawab :
"Terkait pengumuman Bidik Misi oleh Kampus, bagaimana jaminannya kepada maru dalam penginfoannya? Apakah setiap maru nanti pasti diberitahu, atau haruskah maru sendiri yang mencari tahu info tersebut?"

> Mengenai masalah tersebut, pastinya pihak kampus akan menginfokan hal tersebut kepada marunya! Entah lewat web, jejaring sosial atau seperti apa, yang jelas penginformasiannya itu akan dilakukan setelah SK Turun. Dan penjaringan maru yang tidak tahu tentang info tersebut, kembali lagi ke fungsi himpunan! Karena kampus juga tidak mungkin menelpon satu" maru yang mendapat BM untuk sekedar ngomong "Selamat anda mendapatkan Bidik Misi." gitu kand? Jadi kitalah yang harus menghubungi maru"nya dan mengatakan hal tersebut. 

"Terkait masalah Bidik Misi, sebenarnya yang dari UM itu bisa dapet BM juga gak sih? Kalo ada temen saya yang masuk UM dan gak mampu, terus itu gimana?"

> Untuk sekedar informasi, Bidik Misi itu sebenarnya cuma ada dari SNMPTN saja, baik undangan maupun tertulis, yang jelas tidak akan ada Bidik Misi dari jalur UM. Untuk kasus tahun kemarin di UPI itu berbeda lagi karena ada tambahan kuota, dan sebagainya. Bagi jalur UM yang merasa kesulitan biaya, coba saja daftar penangguhan di Advokasi Center. Nanti BEM akan mengusahakan tapi tidak menjanjikan ya! Karena dari pihak Kampus sendiri yakin, namanya mendaftar Ujian Mandiri, masa iya masih ada dari keluarga tidak mampu di dalamnya?

7. PR :
# PR kali ini, cari Informasi Mahasiswa Baru Bidik Misi Tulis & Undangan yang tidak ada di 707 orang, dan Informasi Mahasiswa Non Bidik Misi yang Tidak Mampu #

8. Hal yang perlu dituntut kepastiannya :
1. SK 36 Maru Undangan yang Penangguhan (janjinya besok bisa diakses)
2. SK Bidik Misi (hari Rabu)
3. Nasib Mahasiswa Lama yang telat penangguhan (> 10 Juli)

Sekian dan terima kasih untuk para pembaca, mohon maaf jika banyak kekurangan dan kesalahan dalam pengetikan maupun penyampaian pesan. Informasi lebih lanjut silahkan menghubungi kang Dudi Septiadi disini. Terima kasih :)

- Salam Positif -

*Mochammad Ginanjar Eka Arli*
#Jaringan Advokasi Mahasiswa (JAM-UPI)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar