Selasa, 30 Juli 2013

IQRA !

Beberapa hari yang lalu, tepatnya di masjid Al-Furqon Universitas Pendidikan Indonesia, kami kedatangan tamu yang super luar biasa. Beliau adalah ketua MUI Kota Bandung, Pak Ustad Miftah Farid. Sengaja beliau menyempatkan datang ke tempat kediaman kami ini untuk berbagi ilmu dan pengalaman, khususnya dalam memperingati peringatan Nuzulul Qur’an atau Hari Turunnya Al-Qur’an ke dunia ini.

Bukan foto pas hari-H
 Setiap orang pasti tahu, bahwa wahyu pertama yang diturunkan Allah SWT adalah Surat Al-Alaq ayat 1-5. Salah satunya berbunyi : ‘Iqra! Bismirabbikalladzii kholaq!” yang artinya kurang lebih : “Bacalah! Dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan.”

Ketika itu, Nabi Muhammad SAW bingung. Malaikat Jibril mendatangi Nabi dan berkata ‘Iqra!’ atau Bacalah. Ia kebingungan. Apa yang harus dibaca? Pikirnya dalam hati. ‘Iqra!!’ Ucap malaikat Jibril untuk kedua kalinya. Nabi Muhammad kebingungan kembali dan tanpa sadar meneteslah air mata beliau.. Aku tidak mengerti apa yang harus kubaca! Sesalnya dalam hati. Dan untuk yang ketiga kalinya Malaikat Jibril mengucapkan ‘Iqra Bismirabbikalladzii Kholaq!’. Itulah wahyu pertama yang disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara malaikat Jibril,

Dalam surat ini terkandung makna ‘Iqra!’ yang artinya ‘Bacalah!’. Baca di sini dalam artian bukan hanya sekedar membaca tulisan, membaca hasil karya seseorang, tapi lebih jauh dari itu, kita harus bisa membaca keadaan, membaca situasi, membaca hati seseorang, hingga membaca hikmah di balik suatu kejadian yang kita miliki. Itulah Iqra yang di inginkan oleh Allah SWT.

Adapun wahyu yang kedua, Allah memerintahkan dalam surat Al-Qolam, Tulislah! Artinya apa? Segala sesuatu yang kita dapatkan, baik itu ilmu, pengalaman, ataupun hal yang lainnya, wajib kita tuliskan! Dimana? Di segala media yang bisa kita temui! Baik itu berupa buku catatan, notes, blog, hingga di tulis di alam bawah sadar kita, pikiran, hati, dan sebagainya. Untuk apa? Karena kita wajib untuk menyebarkan ilmu yang kita miliki. Ingatkah bahwa salah satu dari tiga perkara yang amalnya tidak terputus adalah ‘Ilmu yang Bermanfaat’. Begitu banyak kelebihan dari ilmu, dan sayang sekali jika kita pergunakan untuk sesuatu yang sia-sia.

Terlebih lagi bagi kita para calon guru, khususnya saya sendiri juga, jika diperhatikan tanggung jawab seorang guru itu cukup berat, lho. Bayangkan, ketika seorang dokter salah memberikan resep kepada pasiennya, maka yang menderita hanya si pasien saja, dalam artian hanya satu orang saja yang menjadi korban. Akan tetapi, jika guru salah memberikan ilmu kepada peserta didiknya, maka berapa banyak yang akan menjadi korban? Andaikan guru tersebut mengajar di tiga kelas, dengan siswa masing” kelas sebanyak 40 orang, berarti sudah 120 orang yang menjadi korban. Belum lagi jika 120 orang ini sudah beranjak dewasa, menjadi guru juga, atau seminimalnya mengajarkan ilmunya yang salah kepada orang lain, maka berapa banyak orang yang salah sekarang? Bisa-bisa tidak terhitung lagi jumlahnya.. Ckck

Karena itulah, patut kita sadari bahwa sangat penting sekali untuk mendidik generasi muda pada jaman sekarang ini. Terutama karena mereka adalah penerus bangsa kita. Siapa lagi yang akan meneruskan estafet kepemimpinan kalau bukan para anak muda? Jikalau seorang pejabat sekarang menjadi seorang koruptor, jangan sepenuhnya menyalahkan orang tua yang membesarkannya! Tapi bisa jadi, karena gurunya yang salah mengajarkan nilai-nilai akhlak, moral, dan agama lah yang menyebabkannya menjadi seperti itu.

Semoga kita diberikan perlindungan dari Allah SWT untuk mengajarkan ajaran-ajaran yang memang sepatutnya dan tidak keluar dari aturan-aturan agama yang berlaku. Aamiin Yaa Rabbal ‘Alamin..

Allahu’alam Bisshawab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar